BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Menjemput Rejeki: Berpikir, Bertindak dan Berdoa

Baca Juga

Oleh: ARDA DINATA


ALLAH SWT telah mendesain kehidupan ini sedemikian rupa, tidak lain agar manusia dapat mengambil pelajaran dari setiap episode hidup di dunia ini.

Demikian pula dengan persoalan rejeki. Setiap manusia, hendaknya secara cermat mampu menjemput rejeki yang telah disebarkan Allah di muka bumi sesuai kehendak-Nya.

Berikut ini, adalah pengalaman saya dalam merajut jemputan rejeki pada masa-masa kuliah hingga sekarang. Ceritanya, pada tahun 1992 saya mulai kuliah di Bandung adalah sebatang kara (baca: merantau ---tidak ada sanak famili---). Karenanya, biaya hidup dan kelancaran biaya kuliah pada waktu itu hanya mengandalkan dari datangnya kiriman orang tua di Indramayu.

Awal-awal kuliah, kiriman dari orang tua masih lancar. Namun, menginjak tahun kedua, ternyata kiriman dari orang tua pun mulai sering telat (karena keterbatasan pendapatan orang tua, salah satu faktornya).

Saya berpikir dan meyakini, ini semua adalah jelas-jelas skenario dari Allah. Akhirnya, dengan kejadian itu, saya mulai berpikir. Bagaimana caranya agar saya bisa membantu orang tua dan menolong diri sendiri dalam segi biaya hidup.

Waktu itu, saya berpikir, apa pun pekerjaan itu ---asalkan halal dan tidak mengganggu aktivitas kuliah---, yang penting mendatangkan rejeki (baca: uang), saya mau melakukannya.

Sejak saat itu, saya mulai berpikir: kira-kira apa yang pas dan bisa dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Singat cerita, akhirnya saya terpikat dengan dunia tulis menulis.

Melalui dunia tulis menulis ini, saya akhirnya dapat menjemput rejeki yang dapat memperlancar biaya hidup saya di Bandung. Tepatnya, setelah saya sebar beberapa puluh tulisan/artikel ke beberapa media massa, akhirnya ada yang dimuat. Waktu itu, saya benar-benar terus berusaha membuat tulisan-tulisan yang sesuai dengan keinginan redaksi. Dalam pikiran saya, Allah pasti melihat setiap kegigihan (usaha kerja keras) dari setiap makhluk-Nya. Demikian juga dengan saya, pada awal-awal mulai menulis, banyak artikel/tulisan yang tidak dimuat. Tapi, saya tidak jera dan terus berusaha memperbaiki serta berdoa kepada Allah. Semoga usaha ini mendapatkan petunjuk dan ridho-Nya.

Buah dari usaha tersebut, Alhamdulillah saya bisa mendapatkan rejeki dari aktivitas menulis. Dan sampai saat ini, aktivitas tersebut masih tetap saya lakukan.

Menjadi penulis, saya kira bisa dijadikan ladang amal untuk menjemput rejeki dari Allah. Selain itu, tentu melalui media tulisan, kita juga bisa berdakwah memakmurkan ruh-ruh Islamiyah.

Hikmah yang bisa kita dapatkan dari pengalaman saya ini, paling tidak adalah apa pun bentuk usaha kita dalam menjemput rejeki, tentu tidak boleh terlepas dari berusaha sungguh-sungguh (berpikir), lakukan terus (bertindak), dan berdoa setiap saat pada Sang pemilik Rejeki itu sendiri. Yakni Allah Azza wa Jalla. Dan Insya Allah, rejeki itu akan menghampiri kita. Wallahu’alam.***
Arda Dinata
Desa Tempel Kulon
Kec. Lelea Kab. Indramayu.

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.



POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat