BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Menulis Dengan Ilham

Baca Juga

Menulis Dengan Ilham
Oleh ARDA DINATA
Email: arda.dinata@ gmail.com


"Saya menulis dengan ilham." (HAMKA)


Ilham berarti petunjuk yang datang dari Tuhan danterbit di hati; atau merupakan bisikan hati. Ilhamjuga dapat diartikan sebagai sesuatu yang menggerakkanseorang penulis untuk membuat tulisan.


Jadi, keberadaan ilham ini merupakan sesuatu yangsangat berarti bagi seorang penulis. Untuk itu, segeraikat ilham yang muncul di hati seorang penulis itudengan menuliskan kata-kata dan kalimat ilham tersebutdalam sebuah (kertas, buku) kumpulan-kumpulan idesecara khusus. Sebab, ingat ilham itu belum tentudatang lagi menghampiri kita di kemudian waktu. Kalaupun hadir kembali, itu pun prosesnya saya yakin cukuplama dan susah memancingnya. Ada yang pernahmerasakannya?


Setelah ilham itu kita catat, HAMKA seorang Ulama danpenulis produktif pada jamannya, menyarankan denganmengatakan: “Membuat karangan jangan ditunda-tunda,setelah bahan terkumpul baru menulis.” Inilah anjuranHAMKA kepada anaknya, Rusydi Hamka.Untuk itu, saran saya, begitu ilham menghampiri kita,maka segera menuliskannya dalam bentuk tulisan.Biarkan pikiran kita mengalir menuliskannya. Baru setelah kita selesai menulis, rehat sejenak denganmerujuk pada sumber pustaka yang kita punyai (buku,kliping, kamus, dll) sesuai tema terkait dengan ilham tersebut.



Berdasarkan pengalaman, bila kebiasaan membaca kitabagus dan didukung pengarsipan dokumentasi sumberpustaka yang baik, pengembangan ilham itu akanmengalir dengan sendirinya. Pokoknya, kita akan konek(secara alami) dengan tema-tema referensi sejenis yangkita miliki. Kalau udah begini…, indah bangetrasanya…!!!


Jadi, segera ikat ilham yang hinggap dalam pikiran danhati kita dengan segera menuliskannya. Yang jelas darikebiasaan membaca yang baik, ilham (baru pun) itu akanmuncul dan sekaligus akan memperlancar menuangkanilham dalam media tulisan. Bagaimana menurut Anda,setuju …..???***


Arda Dinata adalah penulis di beberapa blog danpengasuh spirit jurnalistik di MIQRA Indonesia danMajalah Inside, kini bekerja di Loka Litbang P2B2Ciamis, Balitbangkes Depkes. R.I.


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat