Posts

Showing posts from September, 2008
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Musibah Mina dan Hakikat Bencana Bagi Manusia

Oleh: ARDA DINATA

SEDIKITNYA
244 jemaah haji meninggal karena terinjak dan ratusan lainnya cedera setelah terjadi saling dorong dan berdesakan saat melempar jumrah Aqabah, Minggu (1/2). Menteri Haji Arab Saudi, Iyad Madani, dalam konfrensi persnya mengatakan, para jamaah haji mulai berdesakan sekira pukul 9.00 waktu setempat dan berakhir lebih kurang selama 27 menit. (PR, 2/2).

Lebih jauh diberitakan harian PR, musibah Mina yang terjadi pada musim haji 1424 H, tentunya selain menjadi keprihatinan, juga patut dijadikan bahan renungan dan evaluasi bagi segenap kaum Muslimin, terutama yang sedang beribadah haji maupun yang akan beribadah haji pada musim haji tahun mendatang.

Untuk itulah, calon jemaah haji Indonesia perlu benar-benar memahami pengetahuan dan praktik beribadah haji, khususnya dalam soal melempar jumrah di Mina. Mereka perlu mengetahui secara baik perbedaan antara waktu afdhol dan waktu biasa, serta persoalan sah atau tidaknya kegiatan melempar jumrah di lokasi yang berde…

Menggalang Pancaran Kebenaran

Menggalang Pancaran Kebenaran
Oleh: ARDA DINATA

SUATU
pagi, saya dan keponakan berjalan-jalan di sekitar danau. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh tingkah laku Ponakan saya yang melempar-lemparkan batu kecil ke dalam air danau tersebut. Dia, sangat senang dan girang terhadap lingkaran riak-riak air yang ditimbulkan batu itu. Lalu, Ponakan saya bertanya, “Mengapa air itu menjadi melingkar dan apa arti lingkaran itu?”

Mendengar pertanyaan itu, saya jadi berpikir dan merenung. Apa makna dari kejadian itu. Yang oleh sebagian orang, mungkin dianggap sepele. Dan akhirnya saya teringat akan kandungan surat Al-Alaq:1, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.”

Di sinilah, kita diwajibkan untuk membaca. Baik yang tersurat (Alquran dan hadits nabi) maupun yang tidak tersurat, yaitu yang terjadi pada manusia dan alam sekitarnya.

Lantas, makna apa yang dapat diambil dari ayat Allah berupa lingkaran riak-riak air yang ditimbulkan oleh sebuah batu itu?

Kalau kita telaah, lingkaran riak-r…

Mengapa Bencana Itu Datang?

Oleh: ARDA DINATA


KEHIDUPAN
di dunia ini ibarat sebuah roda pedati, kadangkala berada di atas dan kadangkala berada di bawah. Maka tidak aneh, kalau diri kita kadang-kadang mendapati kesenangan atau kesusahan. Keselamatan atau bencana. Itu merupakan bagian romantika kehidupan manusia di dunia yang fana ini. Masalahnya, mengapa bencana itu datang menimpa kita?

Kita sadar bahwa keselamatan dan bencana itu hanya milik Allah. Kalau Dia menghendaki keselamatan atau bencana menimpa diri kita, maka itu merupakan hak perogatif Allah. Kita tidak bisa menghindarinya. Tapi, yang jelas Allah menimpakan keselamatan dan bencana itu dengan sesuatu sebab yang pasti (berdasarkan hukum Allah).

Ada empat hal yang menyebabkan terjadinya bencana atau kecelakaan pada diri seseorang. Sebagaimana yang telah disinyalir oleh Nabi Muhammad Saw, “Termasuk bencana atau kecelakaan adalah empat hal: (1) kekerasan hati, (2) kebekuan mata, (3) keserakahan, dan (4) panjang angan-angan”.

* *

BELAKANGAN ini, berbagai cob…

Cinta dan Magnet Bathiniah

Oleh: ARDA DINATA

CINTA
, merupakan kata yang mudah diucapkan dan orang tidak akan merasa jera untuk membicarakannya. Semakin lama seseorang mengenal cinta, maka orang tersebut akan mengatakan pada ego-nya, bahwa hidup ini sangat berarti karena ke-pelik-an, ke-unik-an dan ke-plus-an dari pada nilai yang terkandungnya.

Pernah ada kejadian yang penulis temui tentang seseorang yang merasa risih, alergi, atau pura-pura alergi apabila mendengar pembicaraan masalah cinta. Dalam pikiran penulis saat itu melintas sebuah tanda tanya?? Mungkinkah orang itu belum sadar, bahwa cinta merupakan hal yang suci dan fitrah bagi diri manusia.

Cinta adalah fitrah alamiah manusia yang didasarkan atas akal yang sehat, bukan berdasarkan insting seperti makhluk lainnya (hewan). Atas dasar dan pondasi inilah, kita melihat dengan “mata telanjang”, bahwa setiap manusia tertarik kepada individu lain dalam kelompok karena adanya suatu kekutan internal (baca: magnet bathiniah).

Jadi, “makanan bathiniah” ini harus k…

Antara Penafsiran dan Belajar Kepada Air

Fenomena Terjadinya Krisis Air:
Antara Penafsiran dan Belajar Kepada Air
Oleh: ARDA DINATA

TERJADINYA
krisis air, jauh-jauh hari telah diprediksikan oleh para ahli lingkungan hidup. Yakni pada beberapa daerah akan terjadi kekurangan air (kekeringan) di musim kemarau dan terjadi banjir pada musim hujan, bila kondisi lingkungan sebagai penyimpan air tidak dikelola dengan baik dan bijaksana.

Lebih dari itu, sudahkah kita memaknai betul atas keberadaan air di bumi ini? Bukankah, bumi diciptakan dari air sehingga dapat hidup. Adanya air menyebabkan tumbuhan subur, hewan berkembang biak, dan manusia dapat melangsungkan hidupnya. Dalam bahasa Anton Minardi Al-Faruqi (2002), sudah fitrahnya manusia hidupnya menjadi susah apabila kekurangan air. Manusia asalnya dari air. Lahir dari air, sehari-hari makan dan minum dari air, bersuci dengan air, mandi dengan air, bercocok tanam perlu air, orang meninggalpun menggunakan air.

Dari sini, harusnya kita mampu menafsirkan kondisi air secara bijak. Arti…

Tauhid Kemerdekaan Manusia

Oleh Arda Dinata

Dalam tarikh Islam, ada kisah yang menarik direnungi berkait dengan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Dikisahkan, sebelum terjadi perang qadisiyah, Ruba’i bin Amir, salah seorang prajurit muslim yang dikirim untuk menghadap Panglima Rustum, yang memimpin pasukan Persia kala itu.

Pada waktu, Ruba’i masuk ke perkemahan Panglima Rustum, ia dapatkan semua pembesarnya berpakaian kenegaraan, sedangkan majelisnya dihiasi dengan permadani dan sutra yang serba mahal. Panglima Rustum duduk di singgasana emas dan bermahkotakan emas yang dihiasi dengan batu permata yang serba mahal.

Sementara itu, Ruba’i bin Amir hanya berpakaian sederhana sekali. Dengan menyandang perisai dan menunggang kuda, ia masuk ke dalam perkemahan itu tanpa menghiraukan sedikit pun keadaan sekelilingnya. Ia masuk terus ke dalam dengan tetap menunggang kudanya dan membiarkannya kaki kuda itu mengotori hamparan permandani yang serba mahal itu. Lalu, Ruba’i turun dari kudanya dan ia tambatkan pada salah sa…

Sedekah Akan Berbalas

Oleh Arda Dinata


Dalam hadist riwayat Muslim disebutkan dari Abu Harairah ra bahwa Nabi Saw bersabda, “Ada seorang lelaki tengah berada di suatu daerah yang gersang, maka lelaki itu mendengar suara di awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Awan itu pun datang dan melimpahkan air hujannya di tempat air (bendungan). Hanya satu parit yang dapat menampung air seluruhnya, kemudian air itu mengalir ke suatu ladang.

Di ladang itu ternyata ada seorang lelaki yang sedang mengalirkan air dengan cangkulnya.

Kata lelaki (yang pertama), ‘Wahai hamba Allah, siapakah namamu?’

Jawabnya, ‘Fulan, mengapa engkau menanyakan namaku?’

Jawabnya, ‘Aku mendengar suara di awan yang mengalirkan air ini, mengatakan: ‘Siramilah ladang si Fulan,’ persis seperti namamu. Apakah yang kau perbuat atas ladang ini?’

Jawabnya, ‘Jika memang benar apa yang engkau katakan, sesungguhnya aku mempergunakan hasil ladang ini, sepertiga aku sedekahkan, sepertiga aku makan bersama keluargaku dan sepertiganya lagi aku kembalikan lagi ke…

Sabar dan Pemaaf

Oleh Arda Dinata


Ketika di Mekkah dinilai kurang memberi harapan dalam berdakwah, Rasulullah sempat menyampaikan dakwahnya ke daerah Thaif. Namun apa yang terjadi? Ketika baru sampai diperbetasan kota Thaif, Rasulullah disambut dengan lemparan-lemparan batu dan potongan-potongan besi. Akibatnya, Nabi SAW mengalami luka parah.

Dan pada saat Nabi SAW masih dihujani batu dan potongan besi, beliau masih sempat berdoa: “Ya Allah, jangan Kau turunkan siksa kepada mereka yang melempariku. Sebab mereka bukan orang yang jahat, tapi mereka orang yang belum tahu bahwa aku adalah Rasul-Mu. Tunjukkan mereka kepada jalan-Mu yang benar dan ampunilah mereka serta sayangi mereka.”

Demikian juga, kejadian yang serupa pernah terjadi pada waktu perang Uhud. Di mana beliau terlemparkan kepada suatu lembah yang cukup dalam. Dan dengan secara kejam seorang lawan melemparkan tombaknya yang tajam ke muka Rasulullah SAW. Pada waktu itulah gigi Nabi patah dan dari mulutnya menyembur darah. Beliau tersunggur ke …

Menjaga Perut

Oleh Arda Dinata


Salah satu nasehat Lukman kepada anaknya adalah masalah perut. “Wahai anakku! Apabila perutmu penuh, tidurlah fikiranmu, bungkamlah kebijaksanaan dan lemah lunglailah seluruh anggota badan sehingga malas beribadah. Adapun orang yang suka menyedikitkan makan dan minum, hatinya akan jernih bening, fikirannya terang, pandangannya tajam, syahwat nafsunya dapat dikalahkan dan jiwanya tertuntun dan terbimbing.”

Nasehat Lukman itu, tentu harus diperhatikan oleh siapa pun yang berharap hidupnya ingin sehat. Lagian, bukankah makan dan minum yang berlebihan akan menjadi sumber berbagai penyakit? Nabi SAW telah menuntun umatnya agar jangan terlalu banyak makan dan minum. Nabi SAW bersabda, “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya, cukuplah baginya beberapa suap, untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, baiklah sepertiga makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiganya untuk nafasn…

Menekuni Ilmu

Oleh Arda Dinata

Dalam suatu keterangan disebutkan Jabir bin Abdullah ra, pergi ke Syam menempuh perjalanan selama satu bulan hanya untuk mendengar satu hadits saja dari Abdullah bin Unais ra. Hadits tersebut ialah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya manusia itu nanti akan dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan tidak memakai alas kaki, tidak memakai pakaian dan tidak dikhitan.” (HR. Muslim dari Aisyah).

Sementara itu, Abu Ayyub Al-Anshori pergi dari Madinah ke Mesir menemui ‘Uqbah bin Amir hanya untuk mendengarkan satu hadits saja yaitu sabda Rasulullah Saw, “Barangsiapa mentutupi aib saudara muslimnya di dunia, maka Allah akan menutup aibnya di hari kiamat.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Kisah ini, memberi pelajaran tentang bagaimana kegigihan seseorang dalam menyelesaikan studinya (menekuni dan mendapatkan ilmu). Begitu pun dengan kita saat ini, walau kita merasakan betapa mahalnya biaya pendidikan yang dirasakan para orang tua, semoga tidak mensurutkan niat baik kita untuk …

Membeli Surga

Oleh Arda Dinata

Dalam hidup ini sejatinya identik dengan proses “jual-beli”. Satu kisah yang mengganbarkan proses jual-beli adalah ketika berlangsungnya baiat yang kedua antara orang-orang Madinah dengan Rasulullah. Waktu itu, di bukit Aqabah, beberapa bulan sebelum Nabi SAW melaksanakan hijrah ke Madinah, Abdullah bin Rawahah yang akan melakukan baiat kepada Rasulullah mengajukan pertanyaan, “Syarat apakah yang engkau tuntut dari aku untuk Tuhanmu, dan untuk dirimu sendiri?”

Rasulullah menjawab, “Syarat yang aku minta bagi Tuhanku adalah agar kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan dengan suatu apapun. Sedangkan yang aku minta untuk diriku, hendaklah kamu melindungi aku sebagaimana kamu melindungi dirimu dan hartamu.”

Abdullah bin Rawahah kembali bertanya, “Imbalan apa yang akan kami peroleh bila kami melakukan itu semua?”

“Surga!” jawab Rasulullah singkat.

“Oh, itu jual beli yang menguntungkan, dan kami tidak mau membatalkan atau meminta untuk dibatalkan,” jawab hadirin bergemb…

Koalisi Hati Sebagai Tunas Perdamaian

Oleh: Arda Dinata

BERITA wafatnya Rasulullah Saw., menorehkan rasa kesedihan teramat berat bagi para sahabat, umat, dan keluarga tercinta. Atau siapa pun yang telah dengan setia dan sepenuh hati hidup bersamanya. Namun, apa yang dilakukan Umar bin Khatab berbeda dengan sahabat lainnya. Umar masih terus berbicara lantang pada orang-orang di sekitar masjid. “Barangsiapa mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah mati akan berhadapan dengan pedangku ini! Rasulullah belum wafat! Ia sedang menghadap Allah, sebagaimana Nabi Musa selama empat puluh hari menemui Rabb-Nya!” teriaknya.

Mendengar suara Umar tersebut, Abu Bakar keluar dari bilik Rasulullah Saw. Beliau berkata, “Tunggu sebentar, wahai Umar!” panggilnya dengan nada tinggi. Namun, Umar bin Khatab tidak menggubris teguran sahabatnya. Ia terus berbicara lantang.

Lalu, Abu Bakar mengumpulkan orang-orang dan dengan lantang berpidato, “Wahai sekalian manusia. Barangsiapa menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barangsi…

Janji dan Takaran Kehormatan Manusia

Oleh: Arda Dinata

ADA
tiga orang pemuda berhasil menjambret uang ratusan juta dari seorang nasabah bank. Mereka lari dan bersembunyi ke hutan. Setelah beberapa hari bersembunyi, mereka kelaparan. Maka, mereka berunding untuk membagi uang hasil rampokannya. Mereka sepakat sebelum membagi uang tersebut, salah satu dari mereka pergi ke kota untuk mencari makanan dan minuman.

Setelah salah satu pergi ke kota, dua pemuda yang berada di persembunyian berpikir. “Seandainya uang ini dibagi dua saja, maka bagian kita akan lebih banyak.” Mereka sepakat, kalau temannya kembali dari kota dihabisi saja nyawanya.

Pemuda yang pergi ke kota, setelah makan dan kenyang, dalam hatinya terlintas pikiran, “Seandainya semua uang hasil rampokan tadi dimiliki sendiri, tidak usah dibagi tiga, aku akan kaya raya.” Maka ia berniat menghabisi nyawa kedua rekannya itu dengan mencampurkan racun warangan yang hampir tidak berbau ke dalam makanan.

Dengan tenangnya, ia kembali ke hutan. Ketika melongokkan kepala ke g…

Budaya Cinta Lingkungan

Oleh: ARDA DINATA

SEMUA organisme memperoleh bahan-bahan dan energi untuk hidupnya dari alam lingkungannya. Begitu pula halnya dengan manusia. Ia mempergunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Terjadinya fenomena alam akhir-akhir ini, yang berakibat buruk terhadap manusia, sudah seharusnya membuat kita sadar untuk selalu memperlakukan alam lingkungan di sekitar kita secara bijak daan bersahabat. Saling menguntungkan antara lingkungan dan manusia. Dan bukan sebaliknya, kita justru merusak tatanan lingkungan hidup tersebut.

Lingkungan hidup itu sudah barang tentu merupakan kawan dan harus menjadi kawan. Antara kita dan alam lingkungan, satu sama lain harus saling memelihara, saling membutuhkan dan saling memberi. Sebab, antara kita dan alam lingkungan adalah satu dalam suatu kehidupan.

Apabila dalam masyarakat ada suatu gerakan untuk berupaya melestarikan hubungan harmonis antara manusia dan alam lingkungannya, maka gerakan itu harus kita sambut dan dukung. Karena…

Belajarlah Kepada Air

Oleh: ARDA DINATA

Keberadaan belajar merupakan hal yang penting dalam menggapai kelangsungan hidup seseorang. Demikian pula halnya dengan fenomena terjadinya krisis air dewasa ini, tentu kita harus mampu melakukan kegiatan “belajar”. Sehingga kita tidak hanya mampu dalam bagaimana mengelola air itu secara baik dan bermanfaat. Lebih dari itu, kita harus menyadari kalau air merupakan cipataan Allah yang mesti “dibaca”, karena segala cipataan-Nya di bumi ini mengandung banyak pelajaran bagi manusia. Untuk itu marilah kita belajar kepada air dan tidak semata-mata cukup dengan memanfaatkannya saja.

Melalui karakter yang dimiliki air, mestinya tiap manusia yang menggunakannya akan sejalan dengan kepadaian dalam mengelolanya. Mengapa demikian? Paling tidak menurut Al-Faruqi (2002), hal itu didasarkan atas beberapa ibroh yang dimilikinya. Pertama, seperti air mengalir, manusiapun berjalanlah sesuai fitrahnya. Pada saat ada sandungan batu atau apa saja, air akan berputar dan apabila datang ham…

Sedekah Akan Berbalas

Oleh Arda Dinata


Dalam hadist riwayat Muslim disebutkan dari Abu Harairah ra bahwa Nabi Saw bersabda, “Ada seorang lelaki tengah berada di suatu daerah yang gersang, maka lelaki itu mendengar suara di awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Awan itu pun datang dan melimpahkan air hujannya di tempat air (bendungan). Hanya satu parit yang dapat menampung air seluruhnya, kemudian air itu mengalir ke suatu ladang.

Di ladang itu ternyata ada seorang lelaki yang sedang mengalirkan air dengan cangkulnya.

Kata lelaki (yang pertama), ‘Wahai hamba Allah, siapakah namamu?’

Jawabnya, ‘Fulan, mengapa engkau menanyakan namaku?’

Jawabnya, ‘Aku mendengar suara di awan yang mengalirkan air ini, mengatakan: ‘Siramilah ladang si Fulan,’ persis seperti namamu. Apakah yang kau perbuat atas ladang ini?’

Jawabnya, ‘Jika memang benar apa yang engkau katakan, sesungguhnya aku mempergunakan hasil ladang ini, sepertiga aku sedekahkan, sepertiga aku makan bersama keluargaku dan sepertiganya lagi aku kembalikan lagi ke…

Menggalang Pancaran Kebenaran

Oleh: ARDA DINATA

SUATU pagi, saya dan keponakan berjalan-jalan di sekitar danau. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh tingkah laku Ponakan saya yang melempar-lemparkan batu kecil ke dalam air danau tersebut. Dia, sangat senang dan girang terhadap lingkaran riak-riak air yang ditimbulkan batu itu. Lalu, Ponakan saya bertanya, “Mengapa air itu menjadi melingkar dan apa arti lingkaran itu?”

Mendengar pertanyaan itu, saya jadi berpikir dan merenung. Apa makna dari kejadian itu. Yang oleh sebagian orang, mungkin dianggap sepele. Dan akhirnya saya teringat akan kandungan surat Al-Alaq:1, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.”

Di sinilah, kita diwajibkan untuk membaca. Baik yang tersurat (Alquran dan hadits nabi) maupun yang tidak tersurat, yaitu yang terjadi pada manusia dan alam sekitarnya.

Lantas, makna apa yang dapat diambil dari ayat Allah berupa lingkaran riak-riak air yang ditimbulkan oleh sebuah batu itu?

Kalau kita telaah, lingkaran riak-riak air itu mempunyai makna ya…

Menjaring Finansial dalam Ramadhan

Oleh: ARDA DINATA


Ramadhan adalah bulan suci penuh berkah. Pada bulan ini, telah tersebar berkah yang bisa kita raih. Tidak saja berupa pelipat gandaan pahala, kenikmatan nilai-nilai ruhiah, juga yang tidak kalah diperlukan untuk kehidupan dunia dan membangun bekal untuk akherat ialah keberkahan finansial.

Kalau kita cermati dan tafakuri akan kita temui, bahwa begitu banyak dan tersebar luas ladang amal bisnis yang bisa kita lakukan dalam mendulang finansial di bulan Ramadhan ini. Ladang amal tersebut, tidak lain ialah kita menyebar bisnis bernuansa aktivitas di bulan Ramadhan.

Adapun peluang bisnis (kecil-kecilan tapi hasil besar) yang bisa kita jaring adalah berupa hampir semua aktivitas yang mendukung ibadah puasa. Sebagian kecil bisnis tersebut adalah berjualan dalam bentuk menjual peralatan ibadah dan pakaian muslim (mulai dari anak-anak sampai orang tua); berjualan makanan berbuka puasa dalam bentuk siap saji dan makanan untuk sahur; berjualan buku, majalah, kaset, VCD islami; b…


ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat