BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Nikmat Kehidupan

Baca Juga

“Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal, yaitu ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah, ketika mampu menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah; ketika mampu melakukan ‘amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; dan ketika mampu melakukan nahi mungkar dan menjaga diri dari murka Allah.” [  ’Utsman r.a.].  
Pasang Iklan?
Nikmat Kehidupan
oleh Arda Dinata

Bukankah dalam kehidupan seorang muslim itu semuanya berada dalam koridor untuk ibadah kepada-Nya?


Dalam hal ini ’Utsman r.a. pernah berkata: “Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal, yaitu ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah, ketika mampu menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah; ketika mampu melakukan ‘amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; dan ketika mampu melakukan nahi mungkar dan menjaga diri dari murka Allah.”

Dengan berpedoman pada empat hal itulah harusnya kita memposisikan menjemput nikmat kehidupan ini. Sebab, bisa jadi sesuatu kejadian di mata kita merupakan musibah. Namun, sesungguhnya dalam kaca mata Allah SWT, hal itu adalah nikmat yang patut kita syukuri. Pada konteks ini, menurut Umar r.a., ada empat musibah yang dirasakan membawa nikmat.

Umar r.a. berkata: ”Demi Allah, tidaklah aku ditimpa musibah, melainkan didalamnya aku rasakan nikmat Allah, yaitu apabila: musibah itu terjadi bukan pada agamaku; musibah tersebut tidak lebih berat daripada musibah yang telah menimpa diriku; musibah itu tidak menghalangi aku untuk mendapatkan keridhaan Allah; dan musibah yang darinya aku bisa mengharapkan pahala Allah.”

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
http://www.miqra.blogspot.com/.

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat MIQRA silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda.



POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat