BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Dompet Optimisme

Baca Juga



SUARA  itu menghinoptis banyak orang. Suaranya lembut namun bertenaga. Kadang-kadang penuh semangat bergelora. Orang-orang yang terlibat dalam obrolan di kereta api jurusan Semarang-Bandung itu terkesima mengikuti kata-kata yang keluar dari mulut kakek paruh baya itu.

Dari bahasa tubuhnya, kakek itu memang lelaki yang mampu memotivasi lawan bicaranya. Hal ini terlihat dari gaya bicara, rangkaian tutur katanya yang selalu menyemangati dan berfikir positif. Aku mendapati orang-orang di sekeliling kakek itu pada manggut-manggut tanda setuju. Suasana seperti ini, aku nikmati sepanjang perjalanan menuju Kota Bandung. Orang-orang di kereta itu dan seperti halnya aku kelihatan tidak berasa terganggu dengan bunyi-bunyi yang tidak dikehendaki di kereta api.

"Ada pepatah bijak yang bisa kita renungkan dalam menjalani hidup ini," tutur kakek pemilik jenggot yang sedikit memutih itu tiba-tiba.

"Pepatah apa kakek....?" tanya seorang pemuda di sebelahku penuh penasaran.

Kakek itu akhirnya merespon pertanyaan pemuda yang kelihatannya seorang mahasiswa dilihat dari bawaan yang dibawanya.

"Orang lemah yang optimis, lebih baik daripada orang yang mampu namun pesimis. Optimis terkadang mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan."

Aku begitu termotivasi mendengarnya. Seperti juga mungkin orang-orang di sekeliling kakek itu yang merasa tersadar karena sering mengeluh dalam hidupnya.

"Makasih kakek atas kata-kata dan petuah bijaknya....!" ucap batin hatiku sambil membetulkan posisi dudukku.

Aku harus optimis menjalani hidup ini, seperti kata-kata bijak kakek itu. Optimsme akan menjadi kekuatan atas kelemahan-kelemahanku. Besok harus lebih baik dari sekarang.

"Ah.....dompetku mana? Hilang euy....??!!!!" aku tersadar ketika tangan kananku meraba kantong celana bagian belakang jins biru yang aku kenakan.***

Semarang, 8 Juli 2011: 9:15

Bagaimana kawan, dompet optimismu


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat