BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Menjadi (Penulis) Unggul

Baca Juga



PENULIS itu merupakan pribadi yang punya visi misi. Jadi, seorang penulis itu pastinya punta potensi yang tercermin dari isi tulisannya. Untuk itu, jadilah penulis yang memiliki sifat dan karakter pribadi unggul. Orang  unggul adalah buah dari keimanan yang kental. Ia merupakan kekayaan yang tinggi nilainya dalam kehidupan manusia. Untuk itu, sejak awal kita harus berusaha memburu keilmuan itu sebagai bekal dalam membangun kehidupan.

Berikut ini, ada beberapa nilai menjadi tonggak amalan bagi seorang yang pengen menjadi (penulis) unggul , yaitu:
      1.      Ikhlas. Ikhlas itu inti dari setiap ibadah dan perbuatan seseorang.
2.      Amanah. Sifat mulia ini mesti diamalkan setiap orang. Amanah adalah asas ketahanan ummat, kestabilan negara, kekuasaan, kehormatan dan roh kepada keadilan. 
3.      Adil. Bersifat adil berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain berupa perbuatan yang tidak berat sebelah.
4.      Bersyukur. Pada tataran menjadi pribadi unggul ini haruslah seorang (penulis) itu harus selalu bersyukur. 
5.      Tekun.  Ketekunan ini tidak lain adalah usaha dengan rajin, keras hati dan bersungguh-sungguh. 
6.      Disiplin. Perilaku ketaatan pada aturan dan tata tertib. Untuk itu, berdisiplin dalam menjalankan suatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. 
7.      Sabar. Yaitu sifat tahan menderita sesuatu (tidak lekas marah; tidak lekas patah hati; tidak lepas putus asa; dsb) –tenang--. Di dalam menghadapi cobaan hidup, ternyata kesabaran ini sangat penting untuk membentuk individu/pribadi unggul. 
Penulis, pendiri Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
Catatan: Penjelasan selengkapnya baca di: 7 AKHLAK PRIBADI UNGGUL.




POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat