Posts

Showing posts from December, 2011
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Kebiasaan (Sukses) Menulis

"Orang Sukses bukan karena Satu Tindakan. Melainkan Kebiasaannya! Ayo bangun KEBIASAAN Sukses!" [Tung Desem Waringin]
KEBIASAAN adalah sesuatu yang sering kita lakukan. Kebiasaan menjadikan hidup kita lebih mandiri. Kebiasaan baik akan mengantarkan pemiliknya pada kebaikan. Kebaikan akan menjadikan seseorang menjadi kuat dalam menikmati kehidupan ini, karena hidupnya selalu diselimuti dengan kebaikan. Makanya, ada orang yang menyatakan kalau kebiasaan yang baik itu adalah kekuatan yang patut disyukuri oleh siapapun. Termasuk seorang penulis itu harus mensyukuri atas kebiasaan (baik) yang selalu dilakukannya, yaitu menulis.


Ya, dengan menulis, menulis dan terus menulis itulah yang membuat seorang penulis jadi terbiasa menulis. Sungguh sebuah kebiasaan yang patut dilakukan oleh siapa pun yang dalam hatinya terbesit untuk menjadi penulis. Sebab, mana mungkin kita menjadi penulis, bila kita tidak terbiasa menulis sebuah karya tulis dalam hidup kesehariannya.

Menjalin Persahabatan dengan Alam Semesta

AGAMA Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., adalah agama rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil’alamin). Kata ‘rahmat’ mencakup makna yang amat luas. Dari kata itu dapat difahami bahwa keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, dan sejenisnya adalah rahmat yang perlu kita bangun untuk mewujudkannya serta mensyukurinya.


Untuk mencapai rahmat-rahmat tersebut, kita punya kewajiban untuk menjaga dan memfungsikan secara bijak atas alam semesta. Inilah namanya menjalin persahabatan dengan alam semesta.

Menjalin Persahabatan dengan Manusia yang Telah Meninggal Dunia

TERJALINNYA persahabatan yang baik pada manusia selama hidupnya di dunia (baca: persahabatan dengan sesama manusia), maka akan mengantarkan terjalinya persahabatan yang baik pula terhadap orang yang telah meninggal, nantinya. Dalam arti lain, persahabatan/ hubungan orang yang masih hidup dan telah meninggal itu masih terus berlangsung, walaupun tidak berhubungan secara fisik.

Dari Sofyan, dari seorang yang mendengar dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda: “Amalan orang yang masih hidup berpengaruh terhadap orang tuanya yang telah meninggal. Jika yang masih hidup berbuat baik maka yang telah mati akan memuji Allah dan merasa gembira. Jika yang masih hidup berbuat jelek maka orang tuanya yang telah meninggal dunia berdoa: Ya Allah, jangan Kau matikan dia sebelum Kau beri hidayah.”

Menjalin Persahabatan dengan Sesama Manusia

PERSAHABATAN dengan sesama manusia ini merupakan aktualisasi dan penjabaran dari buah bentuk persahabatan sebelumnya [Menjalin persahabatan dengan Allah; Menjalin Persahabatan dengan Dirinya Sendiri]. Aktivitas persahabatan yang ketiga ini, akan menentukan catatan-catatan amaliah di dunia. Apakah baik-buruk, bahagia-sedih, sukses-gagal, dan sejenisnya.

Untuk itu, tidak setiap orang patut dijadikan sahabat kita. Nabi Saw. bersabda, “Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya.”

Menjalin Persahabatan dengan Pribadinya Sendiri

BERAWAL dari mantapnya jalinan persahabatan dengan Allah, maka langkah selanjutnya adalah menjalin persahabatan dengan pribadinya sendiri, sebelum bentuk persahabatan dengan lainnya. Bagaimana caranya?

Bersahabat dengan pribadinya sendiri berarti kita memenuhi dan memahami setiap fitrah diri sebagai manusia yang sesuai dengan ketentuan-Nya. Yakni sebagai khalifah di muka bumi ini. Lagian, dalam pandangan Islam, setiap pribadi (manusia), lebih dahulu harus memperhatikan serta meneliti atas kejadian diri pribadinya sendiri. Misalnya, dari apa dia dijadikan dan apa tujuan serta ke mana ia akan kembali (baca: QS. 86: 5-7).

Menjadi Penulis Kaya Raya

Image
Pertama  dalam dunia jurnalistik terungkap strategi  meraup milyaran rupiah hanya dengan menekuni tulis menulis dan Selfpublishing. Pengalaman sejati ini spesial untuk penulis pemula, penulis professional, pebisnis buku, dan siapa saja yang berharap hidup berkecukupan [H. Toha Nasrudin, S.Ag, Bandung].
Stategi yang saya ciptakan bukanlah sesuatu yang rumit, karena itu saya ingin membaginya kepada Anda. Kebebasan financial sebentar lagi akan Anda dapatkan...
Anda pasti penasaran, strategi dahsyat apa yang saya temukan dan mengapa mau berbagi dengan yang lain?

Menjalin Persahabatan dengan Allah

PERSAHABATAN pertama dan utama yang mesti dijalin oleh setiap manusia adalah persahabatan dengan Allah SWT. Sang pemilik dan pengatur persahabatan setiap makhluk-Nya. Dampaknya, bila Allah telah nyata-nyata melibatkan diri didalamnya, maka konsekuensinya tidak hanya persahabatan itu menjadi indah dan nikmat melebihi saudara sedarah. Tetapi, lebih dari itu, Allah akan selalu siap menurunkan pertolongan-Nya tatkala kesulitan menghadang atau setiap waktu kita memintanya.

Jaminan hal tersebut, terungkap dalam QS. Al Baqarah: 186, yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”


ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat