BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Bijaksana dan Berani

Baca Juga


Sahabat....

Pagi ini, matahari di lingkungan hidupku begitu bersinar cerah. Semoga hal ini pun begitu adanya yang dirasakan oleh sahabat semua. Hangatnya mentari, telah memberi aroma tersendiri pada seisi bumi. Mereka menari-nari dengan bahasanya masing-masing sebagai bukti rasa syukur atas nikmat-Nya.


Kenikmatan itu akan semakin terasa nikmat, mana kala kita mampu menerima dan mensyukuri apa yang ada saat ini. Kenikmatan itu apa yang kita rasa dan nikmati, bukan apa yang kita bayangkan. Ajaran agama menuturkan, barangsiapa yang mensyukuri nikmat yang ada, maka nikmat kita akan ditambah. Itulah janji yang harus kita yakini secara mantap.

Sahabat….

Terkait kata bijaksana dan berani ini, ada ungkapan dari Andrie Wongso, seorang motivator Indonesia yang dapat kita renungkan. Beliau mengatakan, “Mampu menerima apa adanya kita hari ini = BIJAKSANA! Mau mengembangkan diri mulai dari apa adanya hari ini = BERANI!”

Jadi, kalau kita ingin berperilaku bijaksana, maka syaratnya adalah kita harus mampu menerima apa adanya kita hari ini. Untuk dapat melakukan hal tersebut, kita dituntut memiliki keberanian untuk menyikapi setiap kondisi hidup tersebut. Dan untuk dapat berperilaku berani ini, kita dituntut harus mau mengembangkan diri mulai dari apa adanya hari ini.

Sahabat….

Itulah, yang dapat saya bagikan hari ini. Semoga catatan ini bermanfaat dan hidup kita selalu dibimbing-Nya agar mampu bersikap bijaksana dan berani menghadapi hidup ini. Sehingga kehidupan kita akan menjadi lebih baik dan penuh keberkahan. Aamiin…

Salam inspirasi sukses selalu…

Bagaimana menurut Anda?  

ARDA DINATA
MIQRA INDONESIA
(Inspirasi, Ilmu, dan Amal) 
http://www.miqraindonesia.com


Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat