BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Langkah Merehabilitasi Karier Pegawai

Baca Juga


Langkah Merehabilitasi Karier Pegawai
Oleh:
Arda Dinata, SKM.*

BAGI seorang pegawai dalam melakukan aktivitasnya, tentu akan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Hal ini dimaksudkan agar karier dalam pekerjaannya terus meningkat. Karier perkerjaan ini merupakan bagian dari perjalanan yang dilalui seorang selama hidupnya.


Dalam hal ini, menurut Flippo (dalam Mas’ud; 1994) karier itu didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang terpisah tetapi berkaitan, yang memberikan kesinambungan, ketentraman, dan arti dalam hidup seseorang. Dalam bahasa yang senada, Gibson et al (2000) mengartikan karier sebagai urutan pengalaman dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan dan yang menciptakan sikap dan perilaku tertentu pada diri seseorang.
Sementara itu, menurut Handoko (2000) karier adalah seluruh pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Dengan demikian, karier itu sejatinya menunjukkan perkembangan para pegawai secara individual dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam sutau organisasi.



Langkah Rehabilitasi Karier
Dalam hal ini, Byars dan Rue (1997) berpendapat ada tiga tingkatan yang dapat membantu dalam mengelola proses taraf tidak ada kemajuan dalam karier, yaitu:
a.       Melindungi karyawan yang berada pada taraf tidak ada kemajuan dalam karier agar tidak masuk dalam kategori tidak efektif;
b.      Mengintegrasikan sistem informasi yang berkaitan dengan karier yang relevan (meningkatkan monitoring sehingga kemunculan masalah dapat dideteksi dan ditangani lebih awal);
c.       Mengelola karyawan yang berada pada taraf tidak ada kemajuan dalam karier yang tidak efektif dan karyawan yang frustasi secara lebih efektif (obati masalah begitu muncul).
Mencermati jalur karier ini, keberadaan usaha untuk merehabilitasi taraf tidak ada kemajuan dalam karier yang tidak efektif merupakan hal yang cukup sulit, meskipun sangat mungkin untuk dilakukan. Terkait ini, Byars dan Rue (1997) mengemukakan minimal ada lima kemungkinan yang dapat dilakukan dalam rangka rehabilitasi tersebut, yaitu:
Pertama, menyediakan alat pengganti penghargaan. Jika kesempatan karyawan menerima penghargaan melalui promosi di masa mendatang tipis, carilah pengganti metode penghargaan. Beberapa hal yang mungkin meliputi penugasan karyawan untuk suatu gugus tugas atau pemberian tugas khusus lain, partisipasi dalam sesi curah pendapat, mewakili organisasi, dan pelatihan karyawan baru.
Kedua, mengembangkan cara baru untuk membuat pekerjaan mereka saat ini lebih memuaskan. Semakin banyak karyawan yang dapat diberi semangat melalui pekerjaan mereka saat ini, semakin rendah kemungkinan mereka untuk tetap tidak efektif. Hal yang mungkin di sini mencakup pengaitan kinerja karyawan dengan total sasaran organisasional dan menciptakan kompetisi di dalam pekerjaan.
Ketiga, revitalisasi efek melalui penugasan kembali. Idenya di sini adalah untuk mengimplementasikan pengalihan pekerjaan secara sistematik ke suatu posisi pada level yang sama, yang memerlukan banyak keahlian dan pengalaman yang sama dengan pekerjaan saat ini.
Keempat, memanfaatkan program pengembangan secara mandiri yang didasarkan pada kenyataan. Perusahaan lebih baik manugasi mereka untuk mengembangkan program-program yang dapat membantu mereka melaksanakan pekerjaan mereka saat ini secara lebih baik,daripada menugasi karyawan yang telah mencapai taraf tidak ada kemajuan dalam karier untuk membantu mereka berpindah dalam pekerjaan yang dakan datang.
Kelima, mengubah sikap manajerial ke arah peduli terhadap karyawan yang mencapai taraf tidak ada kemajuan dalam karier. Adalah bukan hal yang tidak biasa bagi manajer dan supervisor angkat tangan dan melalaikan karyawan yang mencapai taraf tidak ada kemajuan dalam karier.***


Bagaimana menurut Anda?


Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat