BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Taman-Taman Kebijakan

Baca Juga

Sahabat....

TAMAN itu begitu memberi kesejukan pada mata memandang. Udaranya begitu segar memberi rasa kesejukan pada ronga-ronga pernapasanku. Aku begitu menikmati nuansa taman-taman indah penuh warna itu. Aku belajar banyak tentang bagaimana berperilaku bijak dalam kehidupan ini. Kok bisa?

Ya, sangat bisa. Coba saja kita renungkan banyak kebijakan yang dapat kita rasakan tak kala kita menikmati kehidupan di taman-taman yang ada di sekitar kehidupan keseharian kita. Sebab, di sana saya merasakan bertaburnya nilai-nilai kebaikan bagi manusia. Bijak itu berarti tak kala kita bisa memahami perbedaan dan persamaan tentang nilai-nilai kebaikan dalam persepsi norma-norma kemanusiaan. Pun nilai-nilai kebaikan yang ditawarkan dari alam.
Jadi, sejatinya bijak adalah sebuah pilihan. Bijak bukanlah cuma pandai merangkai kata-kata, karena para perayu pun pandai merangkai kata-kata yang manis. Dalam bahasa lain, berlaku bijak itu, adalah lebih baik mengerti daripada mengharapkan untuk dimengerti orang lain.

Sahabat.....

Kebijakan itu merupakan solusi atas suatu masalah. Walaupun, kadangkala kebijakan (yang katanya bijak itu) seringkali tidak efektif akibat tidak cermat dalam merumuskan masalah. Dengan kata lain, dalam bahasa Dunn (2003), kebijakan sebagai obat seringkali tidak manjur bahkan mematikan, akibat diagnosa masalah atau penyakitnya keliru.

Untuk itu, di sini kita perlu ilmu kebijakan itu dalam menyelami kehidupan keseharian kita. Ilmu kebijakan berorientasi kepada masalah kontekstual, multi disiplin, dan bersifat normatif (benar-salah, baik buruk, penting-tidak penting). Sehingga dengan ilmu kebijakan ini, hidup kita akan lebih bijak menyikapi setiap masalah yang muncul dalam kehidupan kita. DR. 'Aidh al-Qarni pernah mengatakan, bahwa kebijakan itu sebaik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaatnya dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, tentram, dan damai.

Sahabat....

Sungguh indah hidup ini, bila kita dapat berperilaku bijak dalam hidup keseharian. sebab, bijak dalam kehidupan itu adalah ketepatan berfikir dan mengambil keputusan yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Dan yang patut kita sadari bersama bahwa bijak itu bukan masalah orang tua atau anak-anak, karena kebijakan dan pengetahuan di tentukan oleh pengalaman yang membentuk pola pikir. Orang yang usianya sangat tua pun bisa seperti bocah jika tidak belajar dari kehidupan ini.

Untuk itu, mari kita bulatkan tekad, berusaha, dan berdoa untuk mewujudkan perilaku bijak tersebut. Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, maka kunjungilah taman-taman kebajikan. Sibukanlah diri ini dengan (berusaha) memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan perilaku semua itu, niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya: rasa, warna, dan hakekatnya (baca: QS. al-Lail: 19-21).

Sahabat....

Demikian catatan saya hari ini, semoga bermanfaat dan salam inspirasi sukses selalu. Aamiin...

Bagaimana menurut pendapatmu, sahabatku.....?


Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Pangandaran, 18 April 2012; 9:19
:-B ARDA DINATA
MIQRA INDONESIA
(Inspirasi, Ilmu, dan Amal)
http://www.miqraindonesia.com


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat