BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Visi Itu Impian Yang Nyata

Baca Juga


Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?
Impian itu merupakan imajinasi dalam pikiran kita tentang sesuatu yang kita inginkan. Sedangkan visi itu adalah niat. Niat ini adalah kerjaan pikiran yang sudah sampai di hati kita. Istilah mantan presiden BJ Habibie, visi itu lebih konkret.

Untuk itu, agar hidup kita lebih nyata segeralah impian-impian yang ada dalam pikiran kita itu diwujudkan dalam visi (yang tertulis)! Bagaimana, apakah Anda setuju? He..........

Lebih jauh, menurut saya tidak ada ruginya kalau kita mewujudkan impian-impian kita itu menjadi visi hidup kita. Maka, dampaknya langkah hidup kita tentunya menjadi lebih konkret. Betul tidak sih?

Akhirnya, semoga kita selalu punya impian hidup yang diwujudkan dalam visi-visi yang konkret. Sehingga hidup kita lebih terencana, terorganisir, mudah dan menyenangkan dalam melakoni setiap episode hidup ini.

Jadi, agar hidup ini lebih berjaya dan digjaya, maka saatnya kita membiasakan diri untuk selalu memperlakukan imajinasi impian-impian kita itu mejadi sebuah kristal visi yang membumi.

Bagaimana menurutmu sahabatku?

Pangandaran, 24-12-12

Salam inspirasi sukses.......

ARDA DINATA
www.ardadinata.web.id

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat