BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran

Baca Juga



“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat