Posts

Showing posts from September, 2013
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Memulai Dalam Hal Keteladanan

“Ibda’ binafsik!”,mulailah dengan dirimu. Dan Allah memerintahkan kepada kita, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu, dan keluargamu dari api neraka,…..”(QS. 66: 6).Memulai Dalam Hal Keteladanan
Oleh ARDA DINATA

Teladan itu diartikan sebagai sesuatu (perbuatan, barang, dsb) yang patut ditiru. Kita yakin, setiap orang akan merasa bahagia, seandainya pribadinya dapat menjadi contoh kebaikan bagi orang lain. Sebaliknya, ia akan bersedih bila orang mengetahui akan kejelekan dan kekurangan diri kita.

Untuk itu mulailah dari diri kita akan kebaikan. Yakni kebaikan yang dapat dicontoh dan dikenang orang lain, seperti halnya akhlak dan pribadi Rasulullah saw. Allah berfirman dalam QS. Al Ahzab, ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Berkait dengan manajemen diri ini, Allah juga menuntun kita seperti dalam QS. (59): 18, “Hai or…

Memulai dari Diri Sendiri

Kebiasaan inisiatif ini akan melahirkan orang-orang yang prosfektif dalam memulai terlebih dulu dari dirinya sendiri melakukan amal-amal kebaikan. Walaupun dirinya tidak disuruh oleh siapa pun, atau kondisi lingkungan yang tidak kondusif. Tapi, dengan mulai dari diri sendiri, maka ia akan memberi warna kehidupan pada lingkungannya. Bagaikan sebuah batu yang dilemparkan dalam air. Ia akan membentuk riak-riak kecil-besar-sampai tak terhingga.Memulai dari Diri Sendiri
Oleh: ARDA DINATA

PERILAKU mulai dari diri sendiri merupakan sesuatu yang mudah dan aman dilakukan setiap orang, daripada perilaku menyuruh kepada orang lain. Memulai dari diri sendiri, juga berarti ia memiliki inisiatif yang tepat, sebelum memproyeksikannya kepada orang lain.

Budaya mulai dari diri sendiri (inisiatif) ini, bukankah merupakan perintah Allah SWT yang mesti dilakukan oleh setiap muslim? Dalam surat Ali Imran, ayat 102, Allah menuntun kita untuk beramal secara pribadi mendahului perintah beramal secara jamaah (ko…

Bagaimana Sebuah Perubahan Dimulai Dari Hal-Hal Kecil?

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’d: 11).
Bagaimana Sebuah Perubahan Dimulai Dari Hal Hal Kecil? Oleh Arda Dinata
Islam itu datang untuk memperbaiki keadaan dunia dari kehancuran dan membawa manusia kepada kebenaran dan kebahagiaan yang hakiki. Alqur’an dan sunah Rasul sebagai tuntunan hidup, amat sesuai dengan naluri dan nilai-nilai insan. Tepatnya, kedatangan Islam merupakan pembaharu dunia, dari gelap kepada terang, dari batil kepada yang hak.

Perbaharuan itu dapat terbentuk melalui tahap-tahap tertentu, bukan dengan sekali jadi. Karena tanpa hal-hal kecil, maka bukan merupakan suatu perubahan melainkan revolusi. Arti lainnya, jika kita ingin merubah nasib bangsa Indonesia agar lebih baik dari sekarang, maka hendaknya kita memperhatikan pembentukan individunya sebelum masyarakatnya. Rubahlah hal-hal kecil terlebih dahulu, sebelum kita rubah yang lebih besar.

Allah berfirman, “Sesungguhnya …

Bagaimana Makhluk Kecil Begitu Menggemparkan?

Larangan sifat sombong terhadap makhluk kecil itu, tentu bukan tanpa alasan. Karena betapa manusia itu tidak berdaya, bila golongan virus, bakteri, protozoa dan metazoa menyebarkan penyakitnya pada manusia. Apa buktinya?
Bagaimana Makhluk Kecil Begitu Menggemparkan?
Oleh Arda Dinata

Allah menciptakan dunia seisinya semata-mata untuk beribadah terhadap-Nya. Adapun makhluk hidup yang diciptakan Allah tersebut, ada yang dapat dilihat dengan kasad mata, ada juga yang baru terlihat melalui bantuan mikroskop. Dalam arti lain, makhluk hidup itu, ada yang ukuranya paling kecil sampai yang terbesar.

Allah berfirman, “Dan Dia (Allah) telah menjadikan segala sesuatu, kemudian Dia tentukan pula ukurannya masing-masing.” (QS. Al-Furqan: 2).

Selain itu, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dibandingkan dengan lainnya. Walau demikian, bukan berarti kita dapat berlaku sombong terhadap makhluk yang lebih kecil dari kita. Dalam dunia kesehatan kita mengenal makhluk hidup yang ukurannya sa…

Bagaimana Dosa Kecil Bisa Menjerumuskan?

Nabi Muhammad Saw mendefinisikan dosa dengan, “Apa yang mengganjal dalam hatimu, dan engkau takut kalau hal itu diketahui orang lain.” (HR. Iman Muslim).
Bagaimana Dosa Kecil Bisa Menjerumuskan? Oleh Arda Dinata
Kehidupan manusia memang tidak terlepas dari lilitan dosa. Tetapi, bukan lantas kita seenaknya melakukan dosa-dosa kecil atau lebih-lebih dosa besar. Dan sulit bisa dibayangkan apa yang terjadi, jika predikat ‘dosa’ dihapuskan dari peradaban manusia. Hasilnya, kehidupan akan kacau balau, karena dengan nafsunya setiap orang merasa bebas berbuat apa saja.

Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih ses…

Bagaimana Unsur Kecil Terbentuk?

 “…. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi maupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauhul mahfuzh).” (QS. 10: 61).
Bagaimana Unsur Kecil Terbentuk? Oleh Arda Dinata
Alam semesta itu memiliki unsur-unsur dari yang terkecil hingga yang terbesar. Para ilmuwan hingga abad ke-19 berkeyakinan bahwa atom merupakan bagian terkecil yang mungkin ada pada segala unsur materi dan tak dapat dibagi-bagi lagi. Tetapi, beberapa puluh tahun belakangan ini, hal itu telah ditentang dengan adanya penemuan baru. Yakni para ilmuwan menemukan bahwa atom itu mengandung unsur Proton, Neutron dan Elektron. Melalui pembagian ini, salah satunya mereka dapat menciptakan bom atom yang cukup membahayakan manusia bila disalahgunakan.

Untuk itu, kita hendaknya jangan menganggap sepele terhadap unsur atom yang kecil ini. Dan sesuatu walau pun kecil seperti atom, dihadapan Allah jelas-jelas…

Bagaimana Amalan Kecil Memiliki Penghargaan Tinggi?

Ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting untuk dimiliki setiap Muslim. Ia sebagai motivator, penggerak amal dalam meraih cita-cita dan tujuan yang diridhoi Allah SWT. Ia pun sebagai katalisator, pemurni amal pada anggota tubuh dalam beribadah kepada-Nya, berhubungan dengan sesama dan lingkungannya (Abdul Aziz Ad Barbasyi; 1997).
Bagaimana Amalan Kecil Memiliki Penghargaan Tinggi? Oleh Arda Dinata
Berbahagia dan sangat beruntung bagi orang-orang yang dalam hidupnya selalu diselimuti perilaku amal saleh. Amal saleh tidak lain merupakan buah dari iman ---cerminan iman---. Tepatnya, amal saleh adalah pelaksanaan totalitas perintah Allah dan penghindaran terhadap segala larangan-Nya. Lebih dari itu, yang terpenting amal saleh ini merupakan bekal yang paling baik untuk dibawa ke alam akherat yang kekal nanti, setelah kehidupan dunia.

Adapun yang termasuk amal saleh, dalam sebuah hadist disebutkan diantaranya berupa mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil; membantu seseorang un…

Bagaimana Sebuah Kesuksesan Besar Terbentuk?

Orang sukses adalah mereka yang berkemampuan merakit setiap hal-hal kecil sebagai tangga meraih kesuksesannya yang lebih besar. @ardadinata
Bagaimana Sebuah Kesuksesan Besar Terbentuk? Oleh Arda Dinata
Kesuksesan seseorang itu terbentuk tidak hanya dengan cara berdiam diri dan berkeluh kesah. Kesuksesan hari esok tak hanya diatur melalui teori. Apalagi hanya dengan ayal. Tepatnya, keinginan itu harus dibarengi dengan kesungguhan kerja dan luasnya ilmu. Dan yang lebih penting lagi, jangan terbesit sedikit pun dalam pikiran dan perilaku kita mengabaikan usaha yang telah dilakukan sebelumnya, biar pun usaha itu kecil dan sekilas tidak punya arti apa-apa.

Yeng terakhir itu, harus kita camkan. Karena kita sadar betul, bahwa kesuksesan itu terbentuk dari usaha yang kontiyu dan simultan. Ia dibangun oleh tangga-tangga kecil kesuksesan. Di sini, kuncinya berawal dari pola pikir kesuksesan.

Mereka yang berpola pikir sukses ---bagaimana berbuat lebih baik lagi---, akan memandang peluang sebagai “bar…

Bagaimana Awal Kehidupan Manusia Dimulai?

Manusia itu sebenarnya tumbuh dari sebutir zigote yang amat sangat kecil, tidak nampak oleh mata telanjang, tumbuh menjadi bakal (janin) manusia yang kecil sekali, panjangnya tidak lebih dari seperempat inci. @ardadinata
Bagaimana Awal Kehidupan Manusia Dimulai? Oleh Arda Dinata
Pengetahuan tentang bagaimana manusia itu diciptakan, kita peroleh dari Allah sendiri, Sang Penciptanya. Yakni Allah ‘Azzawa Jalla, dalam Alqur’an mengatakan, Aku ciptakan kamu dari debu (QS. Ali’Imran:59, Al-Kahfi:38, Al-Hajj:5, Ar-Ruum:29, Al-Faathir:11, dan Al-Mu-min:67); dari tanah liat (QS. Al-An’aam:2, Al-A’raaf:11, Ash-Shaad:71,76, Al-Mu-minuun:12, Alif Laam Miim As-Sajdah:7, As-Shaffaat:11, Al-Israa’:61); dari lumpur hitam yang diberi bentuk (QS. Al-Hijr:26,28,33); dari tanah kering seperti tembikar (QS. Al-Hijr:26,28,33 dan Ar-Rahmaan:14).

Secara demikian, bukan berarti proses penciptaan manusia itu saling bertentangan tentang bahan penciptaan itu sendiri (tanah). Namun, sebenarnya Allah SWT menerangkan k…

Seri Jangan Remehkan Hal-hal Kecil

Sikap melucuti dan meremehkan hal-hal kecil dengan menganggap hal-hal besar sebagai satu-satunya yang menentukan kualitas hidup manusia, adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak bijaksana. (@ardadinata)Seri Jangan Remehkan Hal-hal Kecil
Oleh Arda Dinata

SETIAP Muslim meyakini bahwa setiap kehidupan di dunia ini ada dalam koridor pengawasan Allah SWT. Begitu pun halnya dengan perilaku manusia. Ia tidak luput dari pengawasan-Nya.

Meremehkan berarti memandang remeh (tidak penting, kecil, dsb); menghinakan; mengabaikan. Untuk itu, jangan anggap remeh terhadap hal-hal kecil yang kita perbuat di dunia. Kita harus selalu berhati-hati tentang niat, ucapan dan perilaku. Bukan hanya menyangkut eksistensi harga diri sesama manusia, tapi lebih dari itu kita harus mempertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta’ala.

Artinya, jika hal-hal kecil yang diremehkan itu adalah sesuatu yang melanggar ketentuan-Nya bisa berakibat celaka di dunia dan akherat. Sebaliknya, sangat disayangkan bila hal-hal kecil yang k…

Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati

“Bagaimana minat anda terhadap ilmu?” Jawab Syafi’i hampir senada, “Minat saya laksana orang mengumpulkan makanan yang berambisi menikmati kelezatannya secara sempurna.”@ardadinata
Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati Oleh Arda Dinata
Nabi Saw bersabda, “Mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim.” Dalam ajaran Islam pengertian adanya keharusan menuntut ilmu mendapat tempat yang begitu luas dan luhur dalam arti rohani dan jasmani.

Aktivitas menuntut ilmu dengan bening hati, akan memposisikan ilmu menjadi saudara kembar amal. Perpaduan ilmu dan amal inilah, kunci sukses sejak masa Rasul sampai sekarang. Dan tatkala ilmu berpisah dari amal, maka kita bersiap menghadapi bencana.

Imam Malik bin Anas, mengungkapkan bahwa ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa anda mengambilnya, dan tidak ada kebaikan sedikitpun dalam diri seseorang yang menurut pandangan masyarakat ia tidak memiliki sesuatu keahlian apapun. Sementara itu, ilmu adalah cahaya yang tidak mungkin dapat diperol…

Indahnya Memimpin dengan Bening Hati

Sabda Nabi Saw, “Pemimpin kamu yang paling baik ialah yang kamu cintai dan mencintai kamu; yang kamu doakan dan mendoakan kamu. Pemimpin kamu yang paling jelek ialah yang kamu benci dan membenci kamu; yang kamu kutuk dan mengutuk kamu.”Indahnya Memimpin dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata

Sosok pemimpin yang berhak memimpin bangsa ini, bukan orang yang ambisius mengharapkan jabatan. Rasulullah pernah berkata, “Jabatan itu hanyalah bagi orang yang tidak mencita-citakannya dan tidak serakah padanya; bagi orang-orang yang menghindarinya dan tidak bagi orang yang bersusah payah mengejarnya; bagi orang-orang yang ditawari (tanpa mereka minta) dan tidak bagi yang menuntutnya sebagai hak.”

Pemimpin model ini, tentu pribadinya memiliki ketakwaan kepada-Nya dengan bukti nyata; mampu menggalang persatuan berdasarkan prinsip kebaikan dan takwa; sangat membenci kerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan (baca: QS. Al Maidah: 2). Dampaknya, ia muncul sebagai teladan umat.

Ada lima hal yang dilakuka…

Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati

Sikap politik Hamka menunjukkan pribadi yang marwah, punya harga diri. Ia tidak gampang tergoda oleh kekuasaan dan fasilitas. Dan inilah, kelihatannya yang hilang dalam sikap berpolitik kita saat ini. @ardadinata
Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati Oleh Arda Dinata
Politik merupakan simpul tali yang menghubungkan manusia yang satu dengan yang lainnya. Menurut Kuntowijoyo (1997), kita tidak usah hirau dengan pernyataan bahwa “politik itu kotor”. Sebab, yang sesungguhnya kotor itu bukan politik, tapi manusianya (pelakunya). Politik adalah fitrah. Ia berada dalam garis linier dengan agama. Politik dan agama, atau agama dan politik, adalah dua hal yang tidak bertentangan. Politik adalah tata aturan hidup yang kasat mata. Namun demikian, tidak berarti hal itu dapat dipisahkan dari ruh agama. Sebaliknya, justru harus merupakan manifestasi dari sosok manusia beragama. Konsekuensinya, meski sama-sama beragama Islam, namun umat Islam berbeda dalam hal penafsiran, pemahaman, dan pengalaman agam…

Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati

Kunci yang menjadikan perniagaannya berhasil dan mendapat berkah Allah adalah karena ia selalu bermodal dan berniaga barang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan subhat. @ardadinata
Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata

Mu’amalah berarti ilmu bermasyarakat. Kegiatan bermu’amalah diantaranya berjual beli, berhutang piutang, atau sewa menyewa dan sebagainya. Sedangkan mengenai kesaksian dalam mu’amalah ini, Allah menginformasikan pada QS. Al Baqarah: 282 – 283. Di sana diterangkan cinta kasih macam apa yang diperintahkan oleh Islam. Orang miskin janganlah dituntut dan dimasukkan dalam penjara. Pembayaran utang harus ditangguhkan sampai ia mampu membayar kembali, atau lebih baik, seluruh pinjamannya disedekahkan saja.

Allah Swt juga memberikan petunjuk tata cara menjaga harta dari kehilangan atau kerusakan serta bimbingan untuk selalu berhati-hati dalam mengurus kekayaan. Hanya orang-orang yang diselimuti kebeningan hati, yang dapat memposisikan harta seba…

Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati

Untuk mencapai indahnya bertetangga dengan bening hati, kita harus selalu berusaha memenuhi hak-hak tetangga dengan rasa kasih sayang @ardadinata
Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati Oleh Arda Dinata

Tetangga ialah orang yang tinggal berdekatan atau bersebelahan dengan kita. Tetangga merupakan orang pertama dan yang terdekat dengan kita dalam segala keadaan dan situasi, yang dapat memberikan pertolongan ketika kita membutuhkan bantuan, dan yang bisa menghibur di waktu kita ditimpa musibah.

Karenanya, kebeningan hati dalam hidup bertetangga menjadi syarat utama. Firman Allah, “… Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An Nisaa’: 36).

Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa yang perlu diutamakan dalam kehidupan ini adalah berusaha menciptakan hubungan yang…

Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati

“Sesungguhnya Allah ta’ala di bumi-Nya mempunyai sebuah wadah, yaitu hati. Maka yang paling dicintai Allah ialah hati yang paling lembut, paling jernih, dan paling keras.” Maksudnya ialah yang paling keras dalam agama, paling jernih dalam keyakinan, serta paling lembut terhadap saudara-saudaranya.
Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata
Berkeluarga merupakan sistem kemanusiaan yang urgenitasnya ditekankan oleh Islam. Keluarga adalah elemen dasar dalam komunitas masyarakat. Syariat Islam yang toleran telah memberikan perhatian yang besar terhadap institusi keluarga, sehingga ia menduduki posisi yang layak yang membuat ia menjadi pijakan kokoh bagi setiap muslim untuk mewujudkan kemuliaan, kehormatan, dan amal saleh yang bermanfaat.

Dalam keluarga perlu dibangun suatu sistem pembelajaran yang dilandasi kebeningan hati. Kondisi bening hati dalam keluarga dapat melejitkan potensi terciptanya keluarga sakinah. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila Allah Swt menghendaki suatu rumah…

Seri Indahnya Hidup dengan Bening Hati

Betapa indahnya, hidup dengan bening hati. Bening hati berarti jernih hatinya (mudah mengerti, dsb) akan sesuatu kebenaran menurut pandangan Allah yang diperlihatkan kepada manusia. Suasana kehidupan dengan bening hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasaan (kebenaran) dan suara hati nuraninya.
Indahnya Hidup dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata

Betapa indahnya, hidup dengan bening hati. Bening hati berarti jernih hatinya (mudah mengerti, dsb) akan sesuatu kebenaran menurut pandangan Allah yang diperlihatkan kepada manusia. Suasana kehidupan dengan bening hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasaan (kebenaran) dan suara hati nuraninya.

Berikut ini, secara berseri akan saya paparkan beberapa ladang amal yang bisa kita tanam dan bangun dalam mewujudkan indahnya hidup yang diselimuti dengan kebeningan hati.

1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati

2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati

3. Indahnya Bermu’amalah dengan B…

Biasa Ala Orang yang Diberi Kelebihan Fisik

Biasa ala orang yang diberi kelebihan fisik, maka perilaku yang ditonjolkan tidak harus berupa fisik semata-mata. Tapi, justru ia lebih mengutamakan aspek kepribadian dan intelektualitasnya dalam menjalankan hidup mengharap ridha-Nya itu.


Biasa Ala Orang yang Diberi Kelebihan Fisik
Oleh Arda Dinata

Fisik diartikan jasmani, badan. Kelebihan fisik berarti mempunyai keunggulan (kepandaian, dsb yang melebihi orang lain) dalam anggota jasmani/ badannya. Jadi, orang yang diberi kelebihan fisik itu adalah mereka yang memiliki kelebihan dari orang lain dan bukan berarti ia tidak memiliki kekurangan pada dirinya.

Setiap manusia, siapa pun dia pasti memiliki kekurangan. Ada yang kekurangannya berupa fisik (wajah, tubuh, dll), ada juga kekurangannya terdapat pada kepribadiannya (misalnya sombong, minder, curigaan terus, tidak bertanggung jawab, dsb). Dalam suatu sumber disebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini terkecuali Rasulullah yang mendekati kesempurnaan se…

Biasa Ala Orang yang Bergelar

Keberadaan gelar pada seseorang ini, tentu harus disikapi secara bijaksana, karena hal itu semata-mata hanya ujian dari Allah SWT. Artinya, gelar itu bisa mengantarkan kemulyaan seseorang di hadapan-Nya dan bila tidak hati-hati menjaga amanah tersebut akan berbuah keterpurukan bagi diri sendiri dan bangsanya.
Biasa Ala Orang yang Bergelar
Oleh Arda Dinata

Gelar berarti sebutan (titel seperti raden, tengku, Dr., Ir. dsb); nama tambahan (sesudah kawin); nama tambahan sebagai kehormatan menurut adat; nama yang bukan sebenarnya, hanya diambil dari sifat keadaan orang. Sehingga orang yang bergelar adalah orang yang memakai gelar (sebutan); orang yang memakai nama tambahan; orang yang mempunyai sebutan.

Pencantuman gelar seseorang adalah sah-sah saja, sepanjang tujuannya untuk kebaikan dan bukan sebagai hinaan, kesombongan dan riya. Lagian, kemulyaan seseorang itu tidak semata-mata ditentukan atas gelar (keduniawian). Tapi, di hadapan Allah SWT, ketakwaanlah yang menentukan deraja…

Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan

Biasa ala pejabat harusnya akan melahirkan perilaku yang jauh dari kesombongan dan kemungkaran. Baginya, jabatan hanya sebagai jalan mencapai kemulyaan di hadapan-Nya. Dan kelihatannya, penyimpangan para pejabat dewasa ini, adalah akibat hilangnya atas kesadaran moral seperti itu.
Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan
Oleh Arda Dinata

Jabatan diartikan sebagai pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Orang yang memegang jabatan penting itu, dinamakan pejabat/ penguasa. Di sini, orang yang diamanahi jabatan menjadi sesuatu yang potensial. Yakni bisa menjadi jalan kemulyaan, bila mampu menunaikan amanah (jabatan) itu sesuai tuntunan-Nya. Sebaliknya, menjadi bencana bila kita tidak mampu dan berhati-hati menjaga amanah itu.

Dalam pandangan KH Miftah Faridl, diantara sekian banyak penyakit yang paling berbahaya jika hinggap pada diri penguasa (baca: penjabat-Pen) adalah jika ia sudah merasa berkuasa. Jika seorang penguasa kemasukan nafsu ingin berkuasa dan mulai me…

Biasa Ala Orang yang Berharta

Berharta, artinya mempunyai harta; kaya. Biasa ala orang berharta, maka dirinya tidak akan rela dan tidak berniat sedikit pun untuk menenggelamkan dirinya dengan kekayaan harta yang dimilikinya di luar tutuntan-Nya.

Biasa Ala Orang yang Berharta Oleh: Arda Dinata

Harta berarti (barang-barang, uang, dsb yang menjadi) kekayaan. Jadi, yang dikatakan harta tidak cukup hanya uang (seperti emas, perak) atau sesuatu yang dapat menggantikannya (seperti uang kertas, dll), namun juga adalah sesuatu yang mungkin dapat menggantikannya.

Berharta, artinya mempunyai harta; kaya. Sesungguhnya orang yang dikatakan kaya dengan harta, adalah mereka yang dalam usahanya itu dari usaha yang halal, serta dapat melaksanakan hak-hak Allah atas hartanya tersebut. Dari sini, biasa ala orang berharta akan memposisikan hartanya sebagai jalan, bukan satu-satunya tujuan, dan bukan pula sebagai sebab yang dapat menjelaskan semua kejadian-kejadian. Lebih jauh, ia dalam hidupnya akan mengaktualisasikan aman…

Biasa Ala Orang yang Berilmu

Sesungguhnya orang-orang berilmu tidak akan memuji-muji dirinya sendiri, karena apabila seseorang telah memuji-muji dirinya, maka lenyaplah wibawanya. Ilmu itu bukanlah diukur dari banyaknya riwayat yang disampaikan seseorang, tetapi ia merupakan cahaya yang ditempatkan Allah dalam kalbunya.
Biasa Ala Orang yang Berilmu
Oleh: Arda Dinata

Orang berilmu berarti orang yang banyak ilmunya; berpengetahuan; pandai. Dengan ilmu, seseorang akan diberi cahaya dalam hidupnya. Ilmu laksana obor dalam kegelapan. Di sinilah, pentingnya ilmu dalam hidup manusia. Sehingga, pantas saja Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim laki-laki dan perempuan.”

Perilaku biasa ala orang berilmu, tentu akan berbeda dengan orang yang tak berilmu. Allah berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11),

Imam Al Ghazali dalam Mukhtasar Ihya’ Ulumuddin, mengungkapkan…

Jadi Orang Biasa Itu Enaak.... Loh!

Betapa enaknya, jadi orang biasa. Pribadinya akan terasa senang (pada perasaan lidah, badan atau hati); sedap; nyaman dalam setiap menjalankan misi kehidupan di dunia yang fana ini. Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw sendiri adalah manusia biasa.
Enaknya Jadi Orang Biasa
Oleh: Arda DinataBIASA diartikan sebagai sediakala (sebagai yang sudah-sudah, tidak menyalahi adat, tidak aneh). Orang biasa berarti orang kebanyakan. Dialah manusia yang berperilaku ‘apa adanya’ sesuai dengan tuntutan-Nya dan Rasulnya.

Orang biasa merupakan orang yang tidak mempersulit dirinya sendiri. Yakni dengan tidak mempergunakan seribu (bahasa) topeng semata-mata dalam hidupnya. Dan percayalah, sesungguhnya orang yang memperbudak dirinya –dengan topeng kehidupan--, maka ia akan diselimuti ketidak puasan hati, ketidak tentraman, kebingungan, ketakutan, dan kesunyian.

Langkah Langkah Berpikir

Hanya orang-orang yang mampu menggunakan pikirnya secara benarlah, yang layak mendapat predikat orang-orang cerdas. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. dalam salah satu sabdanya menyebutkan: “Orang yang cerdas itu adalah orang yang beramal untuk setelah mati.”
Langkah-langkah Berpikir
Oleh: Arda Dinata

Betapa pentingnya potensi berpikir ini dalam hidup manusia. Sehingga amatlah rugi bagi manusia yang tidak memfungsikan potensi pikirnya ini secara baik. Dengan diberinya kemampuan berpikir pada manusia, maka kita seharusnya mampu membuat pertimbangan-pertimbangan dan melakukan penelitian-penelitian terhadap berbagai hal dan peristiwa, kemudian menyimpulkan yang umum dari yang khusus serta menemukan hasil-hasil berdasarkan premis-premis.

Oleh sebab itu, potensi kemampuan berpikir inilah yang menjadikan manusia pantas diberi kewajiban untuk melaksanakan berbagai ibadah, mempertanggungjawabkan pilihan dan kehendaknya. Premis inilah barangkali yang menyebabkan manusia layak menjadi kha…

Berpikir Menurut Alquran

Beberapa kejadian alam semesta yang patut untuk kita pikirkan sebagai jalan pengakuan terhadap kebesaran Allah, diantaranya tentang binatang, tumbuh-tumbuhan, planet, lautan, gunung, bumi, dll. (baca: QS. An Nahl: 5-17). Setiap potensi kejadian alam semesta ini, semuanya semata-mata diciptakan untuk kepentingan manusia. Yakni bagi mereka yang mampu berpikir.Berpikir Menurut Alquran
Oleh: Arda Dinata
Email:
arda.dinata@gmail.com

Setiap manusia itu memiliki potensi yang diberikan Allah SWT dan hendaknya harus kita syukuri. Potensi manusia itu meliputi: rasio/pemikiran, akal/Al-Aqlu, hati/Al-Qalbu, nafsu, jiwa/ruh, dan raga/jasmani.

Potensi rasio/pemikiran manusia, pada dasarnya tidak semakna dengan akal. Choiruddin Hadhiri SP (1998: 85) menyebutkan sasaran rasio adalah segala sesuatu yang hanya dapat ditangkap atau diperoleh dari pengalaman indera manusia. Sedangkan sasaran akal selain unsur rasio, juga unsur fitrah yang membuat rasa percaya (yang timbul dari hati yang suci). …


ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat