BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Bagaimana Awal Kehidupan Manusia Dimulai?

Baca Juga

Manusia itu sebenarnya tumbuh dari sebutir zigote yang amat sangat kecil, tidak nampak oleh mata telanjang, tumbuh menjadi bakal (janin) manusia yang kecil sekali, panjangnya tidak lebih dari seperempat inci. @ardadinata

Bagaimana Awal Kehidupan Manusia Dimulai?
Oleh Arda Dinata  
Pengetahuan tentang bagaimana manusia itu diciptakan, kita peroleh dari Allah sendiri, Sang Penciptanya. Yakni Allah ‘Azzawa Jalla, dalam Alqur’an mengatakan, Aku ciptakan kamu dari debu (QS. Ali’Imran:59, Al-Kahfi:38, Al-Hajj:5, Ar-Ruum:29, Al-Faathir:11, dan Al-Mu-min:67); dari tanah liat (QS. Al-An’aam:2, Al-A’raaf:11, Ash-Shaad:71,76, Al-Mu-minuun:12, Alif Laam Miim As-Sajdah:7, As-Shaffaat:11, Al-Israa’:61); dari lumpur hitam yang diberi bentuk (QS. Al-Hijr:26,28,33); dari tanah kering seperti tembikar (QS. Al-Hijr:26,28,33 dan Ar-Rahmaan:14).

Secara demikian, bukan berarti proses penciptaan manusia itu saling bertentangan tentang bahan penciptaan itu sendiri (tanah). Namun, sebenarnya Allah SWT menerangkan kepada kita adanya fase-fase dari bahan penciptaan tersebut. Dari debu menjadi tanah liat, lalu menjadi lumpur hitam, dan kemudian menjadi tanah kering. Inilah gambaran dalam proses terciptanya jasad manusia sampai menjelang ditiupkannya roh ke dalamnya. Allah berfirman, “Dan telah Aku tiup ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku.” (QS. Al-Hijr:29).

Adapun mengenai proses pembentukan janin, dalam QS. Al-Mu-minuun:13-14, diterangkan bahwa, kemudian Kami jadikan saripati itu nuthfah (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian nutfah itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Itulah fase-fase global dari sebuah janin. Sedangkan bila kita teliti lebih lanjut tentang pertumbuhan dan perkembangan sebutir zigote atau sel telur (ovum) yang telah dibuahi oleh sel sperma, hingga akhirnya tercipta dan terlahir seorang makhluk bernama manusia. Di sini, kita akan mengatakan bahwa hal-hal kecil itu akan sangat berarti bagi kehidupan di kemudian hari. Apa buktinya?

Harus kita yakini bahwa manusia itu sebenarnya tumbuh dari sebutir zigote yang amat sangat kecil, tidak nampak oleh mata telanjang, tumbuh menjadi bakal (janin) manusia yang kecil sekali, panjangnya tidak lebih dari seperempat inci. Kemudian volumenya bertambah sampai 50 kalinya, sedang bobotnya sampai 8000 kalinya.

Dari sebutir zigote itu, lalu berubah menjadi makhluk yang ada kepalanya, ada tubuhnya dan ekornya. Pada saat ini, sudah ada jantung sederhana yang berdenyut dan darah yang beredar terus-menerus. Ada juga tanda-tanda pertama bakal adanya tangan, kaki, mata, telinga, perut maupun otak. Dan kenyataannya, selama 30 hari dari kehidupan manusia yang pertama itu, pada umumnya telah mulai terbentuk secara sangat sederhana setiap anggota tubuh yang akan melayani kita dalam kehidupan baru kelak. Begitu pula halnya dengan beberapa anggota tubuh yang belum nampak kelihatan sebelum lahir.

Perkembangan zigote tersebut setelah mendapat sedikit kesuburan, membagi dirinya menjadi dua sel, dan dari dua sel itu terbagi lagi menjadi empat, dan seterusnya sampai menjadi berjuta sel yang membentuk tubuh manusia. Sehingga kalau kita runtut dapat disebutkan bahwa pada bulan kedua dari kehidupan manusia dalam rahim, berakhir dengan lebih miripnya janin dengan bentuk manusia dewasa.

Pada bulan ketiga, mulai jelas perbedaan antara kelelakian yang kelihatan lebih menonjol, daripada kewanitaan yang tetap tersembunyi. Selanjutnya, pertumbuhan janin paling pesat terjadi pada bulan-bulan ketiga dan keempat. Di bulan kelima, bagian dari kulit ikut berkembang, yaitu rambut halus yang kini menutupi kepala. Lalu kuku mulai nampak pada jari-jari tangan dan kaki. Dan terbentuknya juga dentin, yaitu lapisan yang menutupi gigi susu.

Selama bulan keenam ini kelopak mata janin terbuka lagi, yang sejak bulan ketiga tertutup rapat. Pembentukan kedua mata pada saat ini telah lengkap, namun baru bisa merasakan cahaya nanti pada bulan ketujuh. Dan pada bulan ketujuh ini, ada beberapa daerah dalam otak yang tumbuh seperti otak kecil, yaitu kelanjutan dari otak besar yang berhubungan dengan serabut-serabut yang datang dari telinga. Di samping itu, terjadi juga kesempurnaan perkakas saraf. Kemudian pada bulan kedelapan dan kesembilan ini mulai terlihat keindahan rupa, serta menunggu masa-masa kelahiran bayi.

Dengan memakni proses awal kehidupan manusia tersebut, masihkah kita akan meremehkan hal-hal kecil dari perikehidupan manusia? Padahal, bukankah dirinya sendiri terbentuk melalui proses-proses kecil yang tidak terjangkau manusia.  

Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 

Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat