BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Biasa Ala Orang yang Diberi Kelebihan Fisik

Baca Juga

Biasa ala orang yang diberi kelebihan fisik, maka perilaku yang ditonjolkan tidak harus berupa fisik semata-mata. Tapi, justru ia lebih mengutamakan aspek kepribadian dan intelektualitasnya dalam menjalankan hidup mengharap ridha-Nya itu.


Biasa Ala Orang yang Diberi Kelebihan Fisik
Oleh Arda Dinata

Fisik diartikan jasmani, badan. Kelebihan fisik berarti mempunyai keunggulan (kepandaian, dsb yang melebihi orang lain) dalam anggota jasmani/ badannya. Jadi, orang yang diberi kelebihan fisik itu adalah mereka yang memiliki kelebihan dari orang lain dan bukan berarti ia tidak memiliki kekurangan pada dirinya.

Setiap manusia, siapa pun dia pasti memiliki kekurangan. Ada yang kekurangannya berupa fisik (wajah, tubuh, dll), ada juga kekurangannya terdapat pada kepribadiannya (misalnya sombong, minder, curigaan terus, tidak bertanggung jawab, dsb). Dalam suatu sumber disebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini terkecuali Rasulullah yang mendekati kesempurnaan sebagai mahluk (manusia paripurna).

Di sini, perlu ada kesadaran yang tidak boleh dilupakan bahwa di balik kelemahan itu pasti ada juga kelebihannya. Begitu pun sebaliknya. Dan pada koridor inilah, predikat biasa ala orang yang diberi kelebihan fisik (oleh Allah SWT) itu menjalani hidupnya.

Aktualisasi orang semacam itu, bukanlah ia menunjukkan kesombongan terhadap kelebihan fisiknya. Tapi, lebih dari itu, justru ia berperilaku sangat bijaksana. Yaitu setiap kekurangan dirinya segera diperbaiki –selagi itu masih memungkinkan--, karena hal ini penting untuk mengembangkan diri seseorang. Tetapi bila tidak bisa diperbaiki (baca: cacat fisik, dll), ya tidak ada jalan lain selain berusaha menerima kekurangan itu dan mengkompensasikannya dengan memaksimalkan atau menonjolkan kelebihan yang ada pada diri kita, sehingga orang lain tidak lagi memandang ke arah cacatnya, tapi lebih kepada kelebihan yang kita miliki. Dan ingat, hal ini bukan berarti sombong. Karena sombong itu bila kita merasa tidak memiliki kekurangan.

Lebih dari itu, biasa ala orang yang diberi kelebihan fisik, maka perilaku yang ditonjolkan tidak harus berupa fisik semata-mata. Tapi, justru ia lebih mengutamakan aspek kepribadian dan intelektualitasnya dalam menjalankan hidup mengharap ridha-Nya itu.

Jadi, bentuk fisik manusia bukanlah sesuatu yang mutlak menentukan kualitas ketakwaan seseorang di hadapan-Nya, karena fisik itu hanyalah sarana dalam berkhidmat pada Sang Pemilik fisik itu sendiri, yaitu Allah Azza wa Jalla. Dan bukankah, pada hakekatnya setiap manusia itu lebih sempurna dari mahluk lainnya? (baca: QS. 17: 70).

Akhirnya, kita berdoa kepada Allah SWT agar selalu dijauhkan dan dilindungi dari setiap tipu muslihat aksesoris dunia (seperti ilmu, harta, jabatan, gelar, kelebihan fisik, dll) yang dapat menyesatkan hidup kita di dunia, lebih-lebih ia dapat menjadi bahan pemberat timbangan keterpurukan hidup kita di akherat kelak. Aamiin.***
 

Bagaimana menurut Anda?  


Berikut ini, ada beberapa perilaku kehidupan ala orang biasa yang dapat menjadi tarbiyah bagi kita yang merindukan enaknya hidup ini.


Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 

| ARDA PUBLISHING | INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | KESEHATAN | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | LINGKUNGAN | BISNIS | BUKU | PROFIL PENULIS | JURNAL MIQRA | ILMU KAYA RAYA | HUBUNGI KAMI |


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat