BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati

Baca Juga

Kunci yang menjadikan perniagaannya berhasil dan mendapat berkah Allah adalah karena ia selalu bermodal dan berniaga barang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan subhat. @ardadinata

Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata

Mu’amalah berarti ilmu bermasyarakat. Kegiatan bermu’amalah diantaranya berjual beli, berhutang piutang, atau sewa menyewa dan sebagainya. Sedangkan mengenai kesaksian dalam mu’amalah ini, Allah menginformasikan pada QS. Al Baqarah: 282 – 283. Di sana diterangkan cinta kasih macam apa yang diperintahkan oleh Islam. Orang miskin janganlah dituntut dan dimasukkan dalam penjara. Pembayaran utang harus ditangguhkan sampai ia mampu membayar kembali, atau lebih baik, seluruh pinjamannya disedekahkan saja.

Allah Swt juga memberikan petunjuk tata cara menjaga harta dari kehilangan atau kerusakan serta bimbingan untuk selalu berhati-hati dalam mengurus kekayaan. Hanya orang-orang yang diselimuti kebeningan hati, yang dapat memposisikan harta sebagai jalan menuju ridha Allah, dan bukan satu-satunya tujuan mendapatkan dunia.

Untuk mencapai keindahan bermu’amalah dengan bening hati itu, kiranya kita bisa mencontoh Abdurrahman bin ‘Auf. Beliau adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Ia tidak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak pula dengan menyimpannya. Bahkan ia mengumpulkannya secara santai dan dari jalan yang halal. Kemudian ia tidak menikmati sendirian, tapi ikut menikmatinya bersama keluarga dan kaum kerabatnya serta saudara-saudaranya dan masyarakat seluruhnya.

Begitulah Abdurrahman bin ‘Auf, kekayaannya yang melimpah ruah, sedikit pun tidak membangkitkan kesombongan dan takabur dalam dirinya. Sampai-sampai dikatakan orang tentang dirinya, “Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk-duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tidak akan sanggup membedakannya dari antara mereka!”

Di sini, kunci yang menjadikan perniagaannya berhasil dan mendapat berkah Allah adalah karena ia selalu bermodal dan berniaga barang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan subhat. Adapun yang menambah kejayaan dan diperolehnya berkat, tidak lain karena labanya bukan semata-mata dinikmati sendiri. Tapi, di dalamnya terdapat bagian Allah yang ia penuhi secara tepat, juga digunakannya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan dan membiayai sanak saudaranya, serta menyediakan perlengkapan yang dipergunakan dalam perjuangan Islam. Sungguh luar biasa dan indahnya perilaku bermu’amalah seperti ini. Maka, wajar saja Allah menjamin tidak akan bersedih hati pada orang seperti itu (baca: QS. Al Baqarah: 262).  

Bagaimana menurut Anda?  

Artikel Yang Terkait:

1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati

2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati

3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati

4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati

5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati

6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati


Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 

Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi & Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat