BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati

Baca Juga

Untuk mencapai indahnya bertetangga dengan bening hati, kita harus selalu berusaha memenuhi hak-hak tetangga dengan rasa kasih sayang @ardadinata

Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati
Oleh Arda Dinata

Tetangga ialah orang yang tinggal berdekatan atau bersebelahan dengan kita. Tetangga merupakan orang pertama dan yang terdekat dengan kita dalam segala keadaan dan situasi, yang dapat memberikan pertolongan ketika kita membutuhkan bantuan, dan yang bisa menghibur di waktu kita ditimpa musibah.

Karenanya, kebeningan hati dalam hidup bertetangga menjadi syarat utama. Firman Allah, “… Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An Nisaa’: 36).

Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa yang perlu diutamakan dalam kehidupan ini adalah berusaha menciptakan hubungan yang harmonis antara sesama tetangga. Kunci keharmonisan dalam hubungan dengan orang lain (baca: bertetangga) adalah beningnya hati. Dalam sebuah hadist disebutkan, “Tidaklah beriman seorang hamba sampai tetangganya merasa aman dari gangguan-gangguannya.”

Adapun status dan hak-hak yang menjadi tetangga itu, menurut Rasulullah, ada tiga macam, yaitu: hak sebagai tetangga; hak sebagai tetangga dan keluarga; hak selaku tetangga, keluarga dan sebagai muslim. Artinya, tetangga yang sama-sama Islam dan kebetulan mempunyai hubungan keluarga, mempunyai tiga hak tadi. Jika hanya sesama muslim saja, mempunyai dua hak–hak sebagai satu akidah dan hak sebagai tetangga--.

Sedangkan yang berlainan agama, dan tidak pula mempunyai hubungan keluarga, maka ia hanya mempunyai satu hak –sebagai tetangga--.

Hak-hak tetangga itu meliputi:

(1) Jika dia meminta tolong, berikan pertolongan.

(2) Kalau dia meminta bantuan, bantulah.

(3) Jika meminjam uang, pinjamilah.

(4) Kalau dia miskin, santunilah.

(5) Kalau sakit, jenguklah.

(6) Apabila ada yang meninggal, turutlah mengantarkan jenazahnya.

(7) Jika memperoleh kebaikan (kebahagiaan), nyatakanlah ucapan selamat (tahniah).

(8) Kalau ditimpa musibah, tunjukkan perasaan turut berduka cita (ta’ziah).

(9) Janganlah membangun rumah lebih tinggi daripada rumahnya, yang menghambat angin masuk ke dalamnya, kecuali dengan izinnya.

(10) Janganlah menyakiti hatinya.

(11) Apabila kita membeli buah-buahan, berikanlah (sedikit) kepada tetangga; kalau tidak mungkin dibagi, bawalah masuk ke rumah engkau secara sembunyi; jangan sampai anaknya melihat anak engkau sedang makan buah-buahan itu.

(12) jangan sakiti hati tetangga dengan bau masakan (yang menyengat hidung), kalau tidak mungkin membagi sedikit untuknya.

Untuk mencapai indahnya bertetangga dengan bening hati, kita harus selalu berusaha memenuhi hak-hak tetangga dengan rasa kasih sayang. Nabi Saw memperingatkan: “Siapa yang tidak berkasih sayang, ia tidak akan dikasih sayangi.” (HR. Bukhori).

Bagaimana menurut Anda?  


Artikel Yang Terkait:

1. Indahnya Berkeluarga dengan Bening Hati

2. Indahnya Bertetangga dengan Bening Hati

3. Indahnya Bermu’amalah dengan Bening Hati

4. Indahnya Berpolitik dengan Bening Hati

5. Indahnya Memimpin dengan Bening Hati

6. Indahnya Menuntut Ilmu dengan Bening Hati



Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 

Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi & Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat