Kolom Arda Dinata

Seri Jangan Remehkan Hal-hal Kecil

Posted by. on 21 September 2013

Sikap melucuti dan meremehkan hal-hal kecil dengan menganggap hal-hal besar sebagai satu-satunya yang menentukan kualitas hidup manusia, adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak bijaksana. (@ardadinata)
Seri Jangan Remehkan Hal-hal Kecil
Oleh Arda Dinata

SETIAP Muslim meyakini bahwa setiap kehidupan di dunia ini ada dalam koridor pengawasan Allah SWT. Begitu pun halnya dengan perilaku manusia. Ia tidak luput dari pengawasan-Nya.

Meremehkan berarti memandang remeh (tidak penting, kecil, dsb); menghinakan; mengabaikan. Untuk itu, jangan anggap remeh terhadap hal-hal kecil yang kita perbuat di dunia. Kita harus selalu berhati-hati tentang niat, ucapan dan perilaku. Bukan hanya menyangkut eksistensi harga diri sesama manusia, tapi lebih dari itu kita harus mempertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta’ala.

Artinya, jika hal-hal kecil yang diremehkan itu adalah sesuatu yang melanggar ketentuan-Nya bisa berakibat celaka di dunia dan akherat. Sebaliknya, sangat disayangkan bila hal-hal kecil yang kita remehkan itu merupakan sesuatu yang bernilai taqwa dan bermutu amal saleh lagi membawa kebahagiaan.

Dalam hal ini, Allah mengingatkan kita dalam Alqur’an, “Barangsiapa mengerjakan kebaikan walau seberat butir debu, akan dibalas kebaikan itu. Dan barangsiapa mengerjakan kejelekan walau seberat butir debu, akan dibalas pula kejelekan itu.”(QS. 99: 7-8).

Parameter itulah, yang mengajarkan kita agar tidak meremehkan terhadap hal-hal kecil. Karena hal-hal kecil yang telah kita lakukan itu akan menjadi “bahan penilaian”, baik semasa hidup di dunia dan lebih-lebih di akherat kelak.

Yang jelas, sikap melucuti dan meremehkan hal-hal kecil dengan menganggap hal-hal besar sebagai satu-satunya yang menentukan kualitas hidup manusia, adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak bijaksana. Bukankah, sesuatu yang besar itu tidak mungkin ada, tanpa adanya hal-hal yang kecil?

Berikut ini, ada beberapa ruang lingkup yang dapat menyadarkan dan membukakan mata kewaspadaan kita terhadap pentingnya menjauhkan sikap meremehkan hal-hal kecil dalam hidup keseharian.

1. Bagaimana awal kehidupan manusia dimulai?
2. Bagaimana sebuah kesuksesan besar terbentuk?
3. Bagaimana amalan kecil memiliki penghargaan tinggi?
4. Bagaimana unsur kecil terbentuk?
5. Bagaimana dosa kecil bisa menjerumuskan?
6. Bagaimana makhluk kecil begitu menggemparkan?
7. Bagaimana sebuah perubahan dimulai dari hal-hal kecil?

Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 

Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id

Blog, Updated at: 5:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Buku Pernikahan

Buku Kesehatan

Buku Kesehatan

 

Powered by Blogger.
Aku tinggalkan untuk kamu sekalian dua hal. Jika kalian mau berpegang teguh kepadanya niscaya kamu sekalian tidak akan sesat selama-lamanya, dua hal itu adalah kitab Allah (al-qur’an) dan sunnah Rasul-Nya (al-Hadits). (HR Imam Malik)
| Tips Cepet Hamil | Cara Merawat Bayi |Tips Wajah Cantik |
PRchecker.info