BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

MENYAMANKAN HATI

Baca Juga

"Menyamankan hati. Kelola pikiran, rasa dan raga. Semoga tetap menyatu dalam sukma diri agar terbagun harga diri. Aku selalu berharap." @ardadinata

MENYAMANKAN HATI
Oleh: Arda Dinata

NYAMAN, kata yang enak didengar bagi siapa pun. Kondisi nyaman ini memberi ketenangan hati. Ketika hati berada dalam kondisi nyaman, maka akan berdampak pada pola perilaku hidup keseharian seseorang. Namun, bahayanya kondisi nyaman ini kalau tidak hati-hati akan membuat seseorang menjadi terlena. Untuk itu, kita harus bijak dalam menikmati rasa nyaman ini.

Untuk menuju kondisi nyaman di hati, tentu tidak terbentuk begitu saja. Ada usaha yang perlu kita perjuangkan. Menurut saya, untuk mencapai kenyamanan apa pun bentuknya (terutama kebaikan), maka paling tidak kita harus mampu mengelola pikiran, rasa dan raga (fisik) kita dengan baik. Sehingga ketika ketiganya mampu terkelola dengan baik, maka akan sangat memudahkan mengelola kondisi hati.

Kondisi hati yang baik, maka akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari. Lagi pula bukankah, hati itu adalah raja yang akan memerintahkan organ tubuh manusia lainnya?

Kondisi kenyamanan hati tersebut, semoga tetap menyatu dalam sukma diri agar terbagun harga diri. Dan setiap kita, saya yakin berharap untuk selalu berusaha mencapai kondisi hati yang nyaman.

Ada beberapa langkah yang dapat kita biasakan untuk mencapai derajat kenyamanan hati seseorang, diantaranya:

1. Kelola pikiran.
Pikiran seseorang itu akan mempengaruhi perilaku seseorang. Untuk itu, jangan main-main dengan pikiran kita. Jangan penuhi pikiran kita dengan hal-hal negatif. Tapi, isilah pikiran kita dengan pikiran dan ilmu yang baik serta bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Ibarat sebuah teko, apa yang keluar dari teko itu adalah sesuai yang kita isi. Begitu pun otak kita, apa yang dikeluarkan otak kita sesuai dengan pikiran-pikiran dan ilmu yang kita masukan setiap hari. Maka bijaklah dengan pola pikir yang kita bangun.

2. Kelola rasa.
Selain pikiran, yang mempengaruhi diri seseorang adalah rasa. Kondisi rasa ini sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Bagi siapa pun yang bisa mengelola perasaan dengan baik, maka akan mempengaruhi kenyamanan hatinya. Salah satu yang dapat membantu dalam mengelola rasa adalah banyak-banyak bersyukur. Janji Allah, bagi siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah. Dan bersyukur ini akan membuat hati menjadi tenang dan nyaman.

3. Kelola raga/fisik.
Kondisi raga/ fisik yang sehat, tentu berbeda dengan kondisi fisik yang sakit. Pengaruh lebih jauhnya adalah akan berakibat pada kondisi hati seseorang. Coba saja perhatikan mereka yang sedang sakit, maka bisa dipastikan kondisi kenyamanan hatinya pun menjadi terganggu. Untuk itu, jagalah kondisi fisik kita agar hati menjadi nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, kondisi fisik yang sehat akan mempengaruhi produktifitas seseorang. Dan orang yang produktif akan berpengaruh pada kondisi kenyamanan hatinya.

Untuk itu, bagi mereka yang ingin Menyamankan hatinya. Syaratnya adalah mampu mengelola pikiran, rasa dan raga dengan baik. Semoga dengan tetap menyatunya dari ketiga hal tersebut dalam sukma diri manusia, maka akan terbagun harga diri. Akhirnya saya berdoa dan berharap, semoga hati kita setiap saat menjadi nyaman. Aamiin.....

Bagaimana menurut Anda?***

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat