BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Sebaik-Baik Kenikmatan

Baca Juga

"Iman adalah bagaikan benteng, barangsiapa memasukinya, maka ia akan aman. Iman juga adalah bagaikan air suci yang mensucikan sebelum dan sesudahnya, serta ia tidak najis hingga berubah."(Arda Dinata).

Sebaik-Baik Kenikmatan
Oleh: Arda Dinata


DIKISAHKAN ’Abdul Wahid bin Zabad mengatakan, ”Di sebuah gunung saya melewati seorang syaikh (tua renta) yang buta, tuli, dan kedua tangan serta kakinya buntung. Sementara ia mengatakan, ”Wahai Tuhanku dan Tuanku, Engkau memberi kenikmatan kepadaku dengan beberapa organ tubuhku sekehendak-Mu, dan Engkau telah mengambilnya sekehendak-Mu, dan saya biarkan ber-husnuzhan (berbaik sangka) terhadap-Mu, Wahai Zat Yang Maha Memberi Kebaikan, Wahai Zat Yang Suka Menyambung (dengan hamba-Nya).”
Saya berkata dalam hati, ”Kebaikan dari Allah SWT yang mana atas orang ini dan penyambungan yang mana dari Allah SWT atas orang ini?”

Mendadak orang tua tadi menjawab, ”Hendaklah engkau cermati yang ada pada diriku wahai battal, bukankah Allah masih meninggalkan untukku hati yang dengannya aku bisa mengenal-Nya, dan meninggalkan untukku lisan sehingga bisa berdzikir kepada-Nya. Ketahuilah, bahwasannya keduanya adalah sebaik-baik kenikmatan dua negeri, yakni negeri dunia dan akhirat!”
Lagi pula, bukanlah telah diberitakan bahwasannya Allah berfirman, Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ”Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta. (QS Fushshilat: 30-31).
Makna dari firman Allah SWT tersebut, adalah mereka berkata dengan lisannya kemudian mereka beristiqamah serta membenarkannya dengan hati mereka. Ucapan mereka dalam rangka membenarkan, untuk selanjutnya diikuti dengan sikap istiqamah mereka dan dengan taat di atas keyakinan pembenarannya hingga mereka mati dalam keadaan beriman.
Sungguh iman inilah nikmat yang patut kita syukuri setiap saat. Karenanya ada keterangan bahwasannya iman itu seperti perahu Nabi Nuh, di mana barangsiapa menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa tidak bersedia menaikinya maka ia akan binasa! Iman adalah laksana pisau (bentangan laut) Nabi Musa, siapa yang menaikinya maka keberuntungan baginya.
Iman itu seperti cincin Nabi Sulaeman, akan mulia dengan keberadaannya dan terhina karena kehilangannya. Iman adalah seperti tongkat Nabi Musa, yang melahap tongkat tukang-tukang sihir Fir’aun. Demikian pula iman akan membabat habis segala syubhat dan takhayul-takhayul, serta menghapus segala bentuk kejahatan dengan kesahihan imannya.
Akhirnya, kenikmatan iman itu harus kita hujamkan dalam hidup. Sebab, iman adalah bagaikan benteng, barangsiapa memasukinya, maka ia akan aman. Iman juga adalah bagaikan air suci yang mensucikan sebelum dan sesudahnya, serta ia tidak najis hingga berubah.
Bagaimana menurut Anda Sahabat?*** 


Bagaimana menurut Anda?  




Pekerjaan sebagai Penulis Lepas dan PNS
http://miqraindonesia.com
Arda Dinata
@ardadinata
Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Arda Publishing House
Pusat Pustaka Ilmu, Inspirasi dan Motivasi Menjadi Orang Sukses
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Kec. Pangandaran - Ciamis Jawa Barat 46396
http://www.ardadinata.web.id


POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

ILMU MENJADI KAYA

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat