Peneliti, Penulis Lepas dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam (MIQRA INDONESIA)
Blog: www.ArdaDinata.com
FB: ARDA DINATA
T
witter: @ardadinata
Instagram
: @arda.dinata

BBM
: C00
447A8B
Tele
gram: ardadinata
WA:
081284826829

BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN


Kategori Sebagai Vektor Penyakit

Tulisan Sebelumnya: Penyakit Tular Vektor

Faktor Pendukung: Kategori Sebagai Vektor Penyakit

Ada beberapa karakteristik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi suatu spesies dapat dikategorikan sebagai vektor penyakit.  Pertama, faktor kebiasaan. Kebiasaan dan kesukaan ini dihubungkan dengan berpengaruh terhadap bisa tidaknya kontak dengan agent maupun host. Misalnya, golongan nyamuk yang memiliki kebiasaan dan kesenangan menggigit binatang dibandingkan manusia, tentu memiliki sedikit peluang untuk menjadi vektor DBD.
Kedua, faktor habitat. Habitat atau tempat tinggal ini akan mempengaruhi terjadinya perpindahan penyakit dari agent kepada host baru. Artinya spesies serangga yang kehidupannya hanya berada seputar tempat di mana ia ditetaskan saja, tentu kecil peluangnya untuk menjadi vektor. Atau paling tidak hanya menjadi vektor sekunder saja. Contohnya, nyamuk Aedes albopictus yang habitat aslinya di hutan, ia hanya akan menjadi vektor sekunder DBD. Hal ini berbeda dengan Aedes aegypti yang berkembangbiak di dalam rumah yang lebih sering bisa kontak dengan manusia sehingga ia menjadi vektor primer DBD.
Ketiga, faktor kecepatan berkembangbiak. Adanya perkembangbiakan yang cepat, tentu akan mempengaruhi terhadap jumlah populasi suatu spesies. Secara demikian, kondisi ini akan berpengaruh terhadap frekuensi kontak dengan agent dan host baru. Artinya spesies yang memiliki kecepatan berkembangbiak lebih banyak, maka ialah yang memiliki peluang menjadi vektor penyakit.
Keempat, faktor biokimia. Faktor ini terjadi pada agent yang mengalami perkembangan dalam tubuh vektor, misalnya nyamuk. Gambarannya ketika nyamuk menghisap darah manusia, agent yang ada dalam darah akan ikut terhisap dan masuk ke dalam lambung nyamuk. Darah dicerna untuk selanjutnya diserap kandungan proteinnya, sedangkan agent ada yang terus berkembangbiak dan ada juga yang terus mati karena pengaruh zat biokimia yang ada dalam lambung dan ikut dicerna. Contohnya, parasit Plasmodium spp. akan langsung mati ketika masuk lambung nyamuk Aedes spp., begitu juga sebaliknya virus dengue akan langsung mati bila masuk ke dalam lambung nyamuk Anopheles spp.Sehingga, nyamuk Anopheles spp tidak akan jadi vektor DBD dan nyamuk Aedes spp. tidak akan jadi vektor malaria. (Bersambung: Syarat Menjadi Vektor Penyakit).



0 comments:

Post a Comment


Popular Posts

| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat