BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kebersamaan dalam Persamaan Hak (Al-Musawah)

Persamaan hak akan terjadi, bila hal-hal yang menyebabkan pertentangan dan perpecahan dapat ditanggalkan antara lain fanatisme golongan, keturunan, kekayaan, kebangsawanan, warna kulit, dll. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa diantara kaum muslimin sama haknya menurut syari’at, yakni dalam hal tanggung jawab dan kemampuan-kemampuannya dalam memikul kewajiban syar’i serta dalam masalah balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Islam memperkokoh prinsip kesamaan karena semua orang dinilai dari satu sudut pandang, yaitu ketakwaannya.
     Sebagai contoh, kita ambil kasus perselisihan antara Abu Dzar dengan Bilal yang sedang memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata kepada Bilal: “Hai anak si kulit hitam!”. Seketika itu Nabi Muhammad saw menegurnya. “Hentikan segera …. Hentikan segera … Sungguh tidak ada kelebihan satu dengan yang lainnya kecuali dengan amal saleh.” Abu Dzar baru sadar setelah melihat dan mendengar …

Kategori Sebagai Vektor Penyakit

Baca Juga

Tulisan Sebelumnya: Penyakit Tular Vektor

Faktor Pendukung: Kategori Sebagai Vektor Penyakit

Ada beberapa karakteristik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi suatu spesies dapat dikategorikan sebagai vektor penyakit.  Pertama, faktor kebiasaan. Kebiasaan dan kesukaan ini dihubungkan dengan berpengaruh terhadap bisa tidaknya kontak dengan agent maupun host. Misalnya, golongan nyamuk yang memiliki kebiasaan dan kesenangan menggigit binatang dibandingkan manusia, tentu memiliki sedikit peluang untuk menjadi vektor DBD.
Kedua, faktor habitat. Habitat atau tempat tinggal ini akan mempengaruhi terjadinya perpindahan penyakit dari agent kepada host baru. Artinya spesies serangga yang kehidupannya hanya berada seputar tempat di mana ia ditetaskan saja, tentu kecil peluangnya untuk menjadi vektor. Atau paling tidak hanya menjadi vektor sekunder saja. Contohnya, nyamuk Aedes albopictus yang habitat aslinya di hutan, ia hanya akan menjadi vektor sekunder DBD. Hal ini berbeda dengan Aedes aegypti yang berkembangbiak di dalam rumah yang lebih sering bisa kontak dengan manusia sehingga ia menjadi vektor primer DBD.
Ketiga, faktor kecepatan berkembangbiak. Adanya perkembangbiakan yang cepat, tentu akan mempengaruhi terhadap jumlah populasi suatu spesies. Secara demikian, kondisi ini akan berpengaruh terhadap frekuensi kontak dengan agent dan host baru. Artinya spesies yang memiliki kecepatan berkembangbiak lebih banyak, maka ialah yang memiliki peluang menjadi vektor penyakit.
Keempat, faktor biokimia. Faktor ini terjadi pada agent yang mengalami perkembangan dalam tubuh vektor, misalnya nyamuk. Gambarannya ketika nyamuk menghisap darah manusia, agent yang ada dalam darah akan ikut terhisap dan masuk ke dalam lambung nyamuk. Darah dicerna untuk selanjutnya diserap kandungan proteinnya, sedangkan agent ada yang terus berkembangbiak dan ada juga yang terus mati karena pengaruh zat biokimia yang ada dalam lambung dan ikut dicerna. Contohnya, parasit Plasmodium spp. akan langsung mati ketika masuk lambung nyamuk Aedes spp., begitu juga sebaliknya virus dengue akan langsung mati bila masuk ke dalam lambung nyamuk Anopheles spp.Sehingga, nyamuk Anopheles spp tidak akan jadi vektor DBD dan nyamuk Aedes spp. tidak akan jadi vektor malaria. (Bersambung: Syarat Menjadi Vektor Penyakit).





POPULAR POSTS

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?

Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Biofilter Anaerob-Aerob

Tangga-tangga Kesuksesan Seorang Wirausahawan

Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam

8 Jenis Penyakit Paru Patut Diwaspadai Wanita

Perkembangan Psikoseksual Anak

Perilaku Orang Tua Mempengaruhi Perilaku Anaknya

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Orang Tua dan Perkembangan Agama Anak

ILMU MENJADI KAYA

ARSIP ARTIKEL

Show more
| INSPIRASI | OPINI | OPTIMIS | SEHAT | KELUARGA | SPIRIT | IBROH | JURNALISTIK | BUKU | JURNAL | LINGKUNGAN | BISNIS | PROFIL | BLOG ARDA DINATA | ARDA TV |
Copyright © MIQRA INDONESIA

Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Babakan RT/RW. 002/011 Pangandaran - Jawa Barat