-->

Showing posts with label Istri. Show all posts
Showing posts with label Istri. Show all posts
Meluruskan Emansipasi Wanita
Lihat Detail

Meluruskan Emansipasi Wanita


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).


BERBICARA tentang wanita tidak akan pernah ada habisnya, bagaikan sebuah oase yang tidak membosankan, semakin dibicarakan akan semakin terbuai olehnya. Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan negeri kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaya dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya.
Berkait dengan itu, timbul satu pertanyaan dalam menyikapi kondisi keterpurukan bangsa Indonesia saat ini. Yakni, apakah ada yang salah dari perilaku kaum wanita di Indonesia, bila kita kaitkan dengan kondisi bangsa ini?


Di zaman ini, ada kecenderungan yang sangat kuat di kalangan wanita, dari lapisan apapun, untuk bekerja. Begitu seorang wanita menyelesaikan pendidikannya, maka yang terbayang dalam benaknya adalah dunia kerja. Bekerja untuk mendapatkan upah atau gaji. Intinya bekerja di luar rumah (Suharsono, 2002:23).

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?
Lihat Detail

Kenapa Suami Marah & Berkata Kasar?


Seorang ibu rumah tangga bertanya lewat FB-ku:

 “Pak arda, klo suami mudah marah sama istrix, mudah sekali berkata kasar pada istrinya, itu knp siy pak?

“Trus bgmn seharusnya istri harus menyikapi perlakuan suami sprti it?

* *

ORANG menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitu pun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.


Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan dll.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.


Seorang ibu rumah tangga bertanya lewat FB-ku:

 “Pak arda, klo suami mudah marah sama istrix, mudah sekali berkata kasar pada istrinya, itu knp siy pak?

“Trus bgmn seharusnya istri harus menyikapi perlakuan suami sprti it?

* *

ORANG menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitu pun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.


Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan dll.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.


Seorang ibu rumah tangga bertanya lewat FB-ku:

 “Pak arda, klo suami mudah marah sama istrix, mudah sekali berkata kasar pada istrinya, itu knp siy pak?

“Trus bgmn seharusnya istri harus menyikapi perlakuan suami sprti it?

* *

ORANG menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitu pun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.


Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan dll.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.


Seorang ibu rumah tangga bertanya lewat FB-ku:

 “Pak arda, klo suami mudah marah sama istrix, mudah sekali berkata kasar pada istrinya, itu knp siy pak?

“Trus bgmn seharusnya istri harus menyikapi perlakuan suami sprti it?

* *

ORANG menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitu pun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.


Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan dll.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.


Seorang ibu rumah tangga bertanya lewat FB-ku:

 “Pak arda, klo suami mudah marah sama istrix, mudah sekali berkata kasar pada istrinya, itu knp siy pak?

“Trus bgmn seharusnya istri harus menyikapi perlakuan suami sprti it?

* *

ORANG menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitu pun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.


Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan dll.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.