-->

Showing posts with label MIQRA EBOOKS. Show all posts
Showing posts with label MIQRA EBOOKS. Show all posts
JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES
Lihat Detail

JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank Bank Mandiri KCP Semarang UNDIP No. Rekening: 136-00-0672353-7 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.
Oleh: Arda Dinata
DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.

Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank Bank Mandiri KCP Semarang UNDIP No. Rekening: 136-00-0672353-7 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.
Oleh: Arda Dinata
DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.

Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank Bank Mandiri KCP Semarang UNDIP No. Rekening: 136-00-0672353-7 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.
Oleh: Arda Dinata
DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.

Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank Bank Mandiri KCP Semarang UNDIP No. Rekening: 136-00-0672353-7 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.
Oleh: Arda Dinata
DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.

Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.

Menjadi Orang Bahagia: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda
Lihat Detail

Menjadi Orang Bahagia: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda

Judul Ebook:
Menjadi Orang Bahagia: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda
Penulis:
Arda Dinata
Penerbit:

Anda ingin memiliki Ebook “MENJADI ORANG BAHAGIA: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda”, Anda silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank Mandiri KCP Semarang UNDIP No. Rekening: 136-00-0672353-7 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

“Kenyamanan jasad adalah dengan sedikit makan; kenyamanan jiwa adalah dengan sedikit dosa; kenyamanan hati adalah dengan sedikit keinginan; dan kenyamanan lisan adalah dengan sedikit berbicara.” (Tsabit Qurrah)
EBOOK GRATIS PENULIS SUKSES
Lihat Detail

EBOOK GRATIS PENULIS SUKSES


PENULIS SUKSES:
Inspirasi SUKSES Membaca & Menulis


Terima kasih Anda sudah mengunduh ebook ini, berarti Anda termasuk orang yang ingin SUKSES dalam hidup ini. Salah satu jalan menuju SUKSES itu adalah belajar dari orang lain yang lebih dulu SUKSES. Ebook ini sengaja saya berikan secara FREE alias GRATIS, sebab saya ingin Anda pun mendapatkan inspirasi ke-SUKSES-an dalam hidup ini, termasuk dalam dunia membaca dan menulis.

PENULIS SUKSES:
Inspirasi SUKSES Membaca & Menulis


Terima kasih Anda sudah mengunduh ebook ini, berarti Anda termasuk orang yang ingin SUKSES dalam hidup ini. Salah satu jalan menuju SUKSES itu adalah belajar dari orang lain yang lebih dulu SUKSES. Ebook ini sengaja saya berikan secara FREE alias GRATIS, sebab saya ingin Anda pun mendapatkan inspirasi ke-SUKSES-an dalam hidup ini, termasuk dalam dunia membaca dan menulis.

PENULIS SUKSES:
Inspirasi SUKSES Membaca & Menulis


Terima kasih Anda sudah mengunduh ebook ini, berarti Anda termasuk orang yang ingin SUKSES dalam hidup ini. Salah satu jalan menuju SUKSES itu adalah belajar dari orang lain yang lebih dulu SUKSES. Ebook ini sengaja saya berikan secara FREE alias GRATIS, sebab saya ingin Anda pun mendapatkan inspirasi ke-SUKSES-an dalam hidup ini, termasuk dalam dunia membaca dan menulis.
DBD dan Pemberdayaan Masyarakat
Lihat Detail

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat


DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata


Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.


Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.


Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.


Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13

Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16

Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18

Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20

Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24

HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:

Menuju Puncak Kesuksesan …..50

Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:

Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59

PENDIDIKAN:

Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67

Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71

Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73

DUNIA PUSTAKA:

6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76

TAFAKUR:

Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.



Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata


Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.


Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.


Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.


Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13

Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16

Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18

Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20

Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24

HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:

Menuju Puncak Kesuksesan …..50

Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:

Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59

PENDIDIKAN:

Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67

Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71

Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73

DUNIA PUSTAKA:

6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76

TAFAKUR:

Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.



Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata


Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.


Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.


Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.


Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13

Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16

Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18

Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20

Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24

HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:

Menuju Puncak Kesuksesan …..50

Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:

Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59

PENDIDIKAN:

Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67

Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71

Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73

DUNIA PUSTAKA:

6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76

TAFAKUR:

Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.



Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata


Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.


Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.


Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.


Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13

Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16

Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18

Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20

Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24

HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:

Menuju Puncak Kesuksesan …..50

Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:

Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59

PENDIDIKAN:

Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67

Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71

Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73

DUNIA PUSTAKA:

6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76

TAFAKUR:

Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.



Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata


Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.


Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.


Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.


Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13

Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16

Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18

Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20

Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24

HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:

Menuju Puncak Kesuksesan …..50

Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:

Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59

PENDIDIKAN:

Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67

Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71

Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73

DUNIA PUSTAKA:

6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76

TAFAKUR:

Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.



Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048
Nyamuk, Lingkungan dan Perilaku Kita
Lihat Detail

Nyamuk, Lingkungan dan Perilaku Kita


Oleh Arda Dinata


”Nyamuk, lingkungan, dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk.”


Nyamuk tergolong serangga yang telah berumur, yakni sudah melewati suatu proses evolusi yang panjang. Sehingga, pantas saja kalau serangga ini memiliki sifat yang spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia.


Bila diperhatikan dan dilihat dari siklus hidupnya, nyamuk ini termasuk serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Mulai telur, larva (jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Lebih jauh, dari tahap-tahap siklus hidup tersebut, nyamuk itu merupakan serangga yang sangat sukses memanfaatkan air (lingkungan), termasuk air alami dan air dari sumber buatan (baik yang bersifat permanen maupun temporer).


Menurut Upik Kesumawati Hadi & F.X. Koesharto (2006) menyebutkan kalau tempat seperti danau, aliran air, kolam, air payau, bendungan, saluran irigasi, air bebatuan, septic tank, selokan, kaleng bekas dan lainnya dapat berperan sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangan larva nyamuk. Nyamuk yang berada di sekeliling rumah seperti Culex quinquefasciatus, Ae. aegypti dan Ae. albopictus, tumbuh dan berkembang dalam genangan air di sekitar kediaman kita.


Dalam bahasa Singgih H. Sigit (2006), lingkungkan permukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu dibangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak mahluk lainnya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan.


Nyamuk adalah salah satu jenis hama yang kita kenal hidup atau berada di lingkungan permukiman manusia, yang keberadaannya dapat merupakan gangguan dan bahkan bahaya bagi para penghuni di suatu pemukiman penduduk. Jadi, betul ungkapan yang menyebutkan bahwa nyamuk, lingkungan dan manusia adalah tiga hal yang saling terkait. Ketiganya saling berinteraksi, mempengaruhi dan memberi kontribusi pada kondisi kesehatan masyarakat secara umum.


Kondisi seperti itulah, realita yang mesti kita sadari. Artinya seberapa pun gigihnya kita melakukan pengendalian terhadap (vektor) nyamuk, bila perilaku hidup bersih dan sehat masyarakatnya yang tidak mendukung, maka keberadaan nyamuk itu akan tetap menjadi ancaman (masalah) dikemudian hari. Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan adalah biasakan kita untuk menjaga keadaan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Sebab, inilah sesungguhnya kunci dari segala kunci dalam pengendalian terhadap bahaya nyamuk. [Arda Dinata]***


SELENGKAPNYA ISI MAJALAH INSIDE TERSEBUT:


SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:
Nyamuk, Lingkungan dan Perilaku Kita ...… 5

FOKUS UTAMA:
Mengenal Jati Diri Vektor Japanese Encephalitis ...… 6
Mengintip Jejak Japanese Encephalitis di Indonesia ….. 11
Kenali Encephalitis Agar Hidup Jauh dari Kelumpuhan …. 14
Kehidupan Nyamuk Culex….. 19
Rekayasa Memberantas Nyamuk Culex spp….. 22

HASIL PENELITIAN:
Populasi Nyamuk Yang Berpotensi Sebagai Vektor Japanese Encephalitis di
Kab. Bekasi Provinsi Jawa Barat..... 28
Resistensi Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Insektisida Cypermethrin di
Daerah Endemis DBD Jawa Barat..... 36

SPIRIT LOKA:
Belajar Mencintai Pekerjaan (Cara Cerdas Mengatasi Malas Bekerja) …..51
Langkah Menulis Artikel di Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:
Potret Insektisida Nabati Pengendali Nyamuk…. 59
Kenali Tanaman Pengusir Nyamuk…. 62
Cara Usir Kolestrol Tinggi…. 65

PENDIDIKAN:
Sistem Penularan & Penanggulangan Penyakit
Bersumber Binatang…. 67

LAPORAN DAERAH:
Apa Kabar Jabar Sehat? …… 70

PROFIL:
Berpikir Ilmiah Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia.... 72

DUNIA PUSTAKA:
Penyakit Infeksi Virus Penyerang Saraf …. 76

TAFAKUR:
Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.




Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

Oleh Arda Dinata


”Nyamuk, lingkungan, dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk.”


Nyamuk tergolong serangga yang telah berumur, yakni sudah melewati suatu proses evolusi yang panjang. Sehingga, pantas saja kalau serangga ini memiliki sifat yang spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia.


Bila diperhatikan dan dilihat dari siklus hidupnya, nyamuk ini termasuk serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Mulai telur, larva (jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Lebih jauh, dari tahap-tahap siklus hidup tersebut, nyamuk itu merupakan serangga yang sangat sukses memanfaatkan air (lingkungan), termasuk air alami dan air dari sumber buatan (baik yang bersifat permanen maupun temporer).


Menurut Upik Kesumawati Hadi & F.X. Koesharto (2006) menyebutkan kalau tempat seperti danau, aliran air, kolam, air payau, bendungan, saluran irigasi, air bebatuan, septic tank, selokan, kaleng bekas dan lainnya dapat berperan sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangan larva nyamuk. Nyamuk yang berada di sekeliling rumah seperti Culex quinquefasciatus, Ae. aegypti dan Ae. albopictus, tumbuh dan berkembang dalam genangan air di sekitar kediaman kita.


Dalam bahasa Singgih H. Sigit (2006), lingkungkan permukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu dibangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak mahluk lainnya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan.


Nyamuk adalah salah satu jenis hama yang kita kenal hidup atau berada di lingkungan permukiman manusia, yang keberadaannya dapat merupakan gangguan dan bahkan bahaya bagi para penghuni di suatu pemukiman penduduk. Jadi, betul ungkapan yang menyebutkan bahwa nyamuk, lingkungan dan manusia adalah tiga hal yang saling terkait. Ketiganya saling berinteraksi, mempengaruhi dan memberi kontribusi pada kondisi kesehatan masyarakat secara umum.


Kondisi seperti itulah, realita yang mesti kita sadari. Artinya seberapa pun gigihnya kita melakukan pengendalian terhadap (vektor) nyamuk, bila perilaku hidup bersih dan sehat masyarakatnya yang tidak mendukung, maka keberadaan nyamuk itu akan tetap menjadi ancaman (masalah) dikemudian hari. Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan adalah biasakan kita untuk menjaga keadaan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Sebab, inilah sesungguhnya kunci dari segala kunci dalam pengendalian terhadap bahaya nyamuk. [Arda Dinata]***


SELENGKAPNYA ISI MAJALAH INSIDE TERSEBUT:


SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:
Nyamuk, Lingkungan dan Perilaku Kita ...… 5

FOKUS UTAMA:
Mengenal Jati Diri Vektor Japanese Encephalitis ...… 6
Mengintip Jejak Japanese Encephalitis di Indonesia ….. 11
Kenali Encephalitis Agar Hidup Jauh dari Kelumpuhan …. 14
Kehidupan Nyamuk Culex….. 19
Rekayasa Memberantas Nyamuk Culex spp….. 22

HASIL PENELITIAN:
Populasi Nyamuk Yang Berpotensi Sebagai Vektor Japanese Encephalitis di
Kab. Bekasi Provinsi Jawa Barat..... 28
Resistensi Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Insektisida Cypermethrin di
Daerah Endemis DBD Jawa Barat..... 36

SPIRIT LOKA:
Belajar Mencintai Pekerjaan (Cara Cerdas Mengatasi Malas Bekerja) …..51
Langkah Menulis Artikel di Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:
Potret Insektisida Nabati Pengendali Nyamuk…. 59
Kenali Tanaman Pengusir Nyamuk…. 62
Cara Usir Kolestrol Tinggi…. 65

PENDIDIKAN:
Sistem Penularan & Penanggulangan Penyakit
Bersumber Binatang…. 67

LAPORAN DAERAH:
Apa Kabar Jabar Sehat? …… 70

PROFIL:
Berpikir Ilmiah Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia.... 72

DUNIA PUSTAKA:
Penyakit Infeksi Virus Penyerang Saraf …. 76

TAFAKUR:
Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.




Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048

Oleh Arda Dinata


”Nyamuk, lingkungan, dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk.”


Nyamuk tergolong serangga yang telah berumur, yakni sudah melewati suatu proses evolusi yang panjang. Sehingga, pantas saja kalau serangga ini memiliki sifat yang spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia.


Bila diperhatikan dan dilihat dari siklus hidupnya, nyamuk ini termasuk serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Mulai telur, larva (jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Lebih jauh, dari tahap-tahap siklus hidup tersebut, nyamuk itu merupakan serangga yang sangat sukses memanfaatkan air (lingkungan), termasuk air alami dan air dari sumber buatan (baik yang bersifat permanen maupun temporer).


Menurut Upik Kesumawati Hadi & F.X. Koesharto (2006) menyebutkan kalau tempat seperti danau, aliran air, kolam, air payau, bendungan, saluran irigasi, air bebatuan, septic tank, selokan, kaleng bekas dan lainnya dapat berperan sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangan larva nyamuk. Nyamuk yang berada di sekeliling rumah seperti Culex quinquefasciatus, Ae. aegypti dan Ae. albopictus, tumbuh dan berkembang dalam genangan air di sekitar kediaman kita.


Dalam bahasa Singgih H. Sigit (2006), lingkungkan permukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu dibangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak mahluk lainnya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan.


Nyamuk adalah salah satu jenis hama yang kita kenal hidup atau berada di lingkungan permukiman manusia, yang keberadaannya dapat merupakan gangguan dan bahkan bahaya bagi para penghuni di suatu pemukiman penduduk. Jadi, betul ungkapan yang menyebutkan bahwa nyamuk, lingkungan dan manusia adalah tiga hal yang saling terkait. Ketiganya saling berinteraksi, mempengaruhi dan memberi kontribusi pada kondisi kesehatan masyarakat secara umum.


Kondisi seperti itulah, realita yang mesti kita sadari. Artinya seberapa pun gigihnya kita melakukan pengendalian terhadap (vektor) nyamuk, bila perilaku hidup bersih dan sehat masyarakatnya yang tidak mendukung, maka keberadaan nyamuk itu akan tetap menjadi ancaman (masalah) dikemudian hari. Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan adalah biasakan kita untuk menjaga keadaan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Sebab, inilah sesungguhnya kunci dari segala kunci dalam pengendalian terhadap bahaya nyamuk. [Arda Dinata]***


SELENGKAPNYA ISI MAJALAH INSIDE TERSEBUT:


SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:
Nyamuk, Lingkungan dan Perilaku Kita ...… 5

FOKUS UTAMA:
Mengenal Jati Diri Vektor Japanese Encephalitis ...… 6
Mengintip Jejak Japanese Encephalitis di Indonesia ….. 11
Kenali Encephalitis Agar Hidup Jauh dari Kelumpuhan …. 14
Kehidupan Nyamuk Culex….. 19
Rekayasa Memberantas Nyamuk Culex spp….. 22

HASIL PENELITIAN:
Populasi Nyamuk Yang Berpotensi Sebagai Vektor Japanese Encephalitis di
Kab. Bekasi Provinsi Jawa Barat..... 28
Resistensi Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Insektisida Cypermethrin di
Daerah Endemis DBD Jawa Barat..... 36

SPIRIT LOKA:
Belajar Mencintai Pekerjaan (Cara Cerdas Mengatasi Malas Bekerja) …..51
Langkah Menulis Artikel di Media Massa ….. 54

ALTERNATIF:
Potret Insektisida Nabati Pengendali Nyamuk…. 59
Kenali Tanaman Pengusir Nyamuk…. 62
Cara Usir Kolestrol Tinggi…. 65

PENDIDIKAN:
Sistem Penularan & Penanggulangan Penyakit
Bersumber Binatang…. 67

LAPORAN DAERAH:
Apa Kabar Jabar Sehat? …… 70

PROFIL:
Berpikir Ilmiah Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia.... 72

DUNIA PUSTAKA:
Penyakit Infeksi Virus Penyerang Saraf …. 76

TAFAKUR:
Nyamuk ….. 78


Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.




Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048
Demam Berdarah
Lihat Detail

Demam Berdarah



Oleh: Arda Dinata

Demam berdarah dengue (DBD), merupakan penyakit yang masih sering terjadi di sana-sini. Hal ini dikarenakan nyamuk penular dan virus penyebab penyakit ini terdapat di sekitar kita.

DI Indonesia, DBD pertama kali dicurigai di Surabaya (1968), tetapi konfirmasi analisisnya baru diperoleh tahun 1970. Untuk Jakarta, kasus pertama dilaporkan tahun 1969. Kemudian DBD berturut-turut dilaporkan di Bandung dan Yogyakarta (1972), Sumatera Barat, Lampung, Riau, Sulawesi Utara, dan Bali. Saat ini, DBD sudah endemis dibanyak kota, bahkan sejak tahun 1975 penyakit ini telah berjangkit di daerah pedesaan. Selanjutnya, sejak 1994, seluruh provinsi di Indonesia telah melaporkan adanya kasus DBD dan tahun 1996 polanya telah bergeser dari usia anak-anak ke usia dewasa juga.

Kematian penderita DBD diakibatkan penderita tidak segera mendapat pertolongan. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk menghindarkan penyakit ini adalah dengan melaksanakan usaha pencegahan yang ditekankan pada usaha kebersihan lingkungan dan bila ada tanda terkena DBD cepat-cepat ditolong.

Tanda-tanda orang yang terkena demam berdarah, biasanya mengalami demam tinggi 2-7 hari, bintik-bintik merah di kulit bagian lengan dan tungkai, mimisan, perdarahan gusi, muntah darah, mengalami gelisah disertai keringat dingin. Bila tanda itu terus berlanjut dapat menimbulkan kematian.

Sesudah masa inkubasi selama 3-15 hari, orang yang tertular DBD dapat mengalami salah satu dari 4 bentuk kondisi berikut ini. Pertama, bentuk abortif, yaitu penderita tidak merasakan suatu gejala apapun. Kedua, dengue klasik, yaitu penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Ketiga, dengue haemorrhagic fever (demam dengue/DBD), yaitu gejalanya sama dengan dengue klasik, namun ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur, dan lainnya. Keempat, dengue syok sindrom (DSS), yaitu gejala sama dengan DBD dan ditambah dengan syok/presyok. Pada bentuk ini, sering kali terjadi kematian.

* *

TANDA umum nyamuk Aedes aegypti, sebagai vektor DBD yang dominan di Indonesia adalah badan dan kakinya berbintik hitam putih, hidup di dalam rumah dan sekitarnya, menggigit pada siang hari, bertelur di genangan air jernih, hidup di tempat yang agak gelap, lembab, dan kurang sinar matahari.

Sementara itu, cara penularan demam berdarah, berawal dari adanya orang sakit demam berdarah, kemudian digigit nyamuk (Ae. aegypti), sehingga bibit penyakit (virus) yang ada pada penderita masuk ke dalam tubuh nyamuk. Selanjutnya, apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka orang itu akan tertulari virus dan terkena demam berdarah.

Pertolongan sementara bagi penderita demam berdarah di rumah adalah diberi minum sebanyak-banyaknya (jika penderita itu masih dapat minum) dengan air masak dibubuhi gula dan garam (larutan oralit), susu, air kelapa, air jeruk, dan atau air teh. Lalu, beri juga obat penurun panas.

Akhirnya, agar demam berdarah tidak terus terjadi dan menyebar, maka langkah terbaik adalah setiap kita harus berusaha membasmi sarang nyamuk penyebar virus dengue di rumah masing-masing. Tepatnya, pemberantasan DBD ini harus dititik beratkan pada pemberantas-an vektor penularnya (Ae. aegypti). Yakni dengan cara mencegah jentik nyamuk agar tidak menjadi dewasa. Caranya, lakukan 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala; menutup rapat-rapat tempat penampungan air; dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas. Inilah yang perlu dilakukan dalam keseharain masyarakat Indonesia. Ayo...., kita bisa berantas DBD! [Arda Dinata].***

SELENGKAPNYA ISI MAJALAH INSIDE TERSEBUT:

SUDUT REDAKSI …….. 2
DAFTAR ISI …… 3
SURAT PEMBACA …… 4
CAKRAWALA …… 5
EDITORIAL …….. 6

FOKUS UTAMA:
Aedes aegypti, Vampir Mini yang Mematikan ...… 7
Stop! Jangan Lagi Jadi Peternak Ae. aegypti ….. 11
Mengenal Demam Dengue, DBD, dan SSD …. 18
DBD, Hidup Bersama di Rumah …. 23
Gaya Hidup Sehat Cegah DBD …. 27

HASIL PENELITIAN:
Perilaku Masyrakat dan Index Jentik Vektor Demam Berdarh Dengue di Kec. Pangandaran Kab. Ciamis Prop. Jawa Barat..... 30
Karakteristik Tempat Perkembangbiakan Larva Anopheles spp. di Tiga Puskesmas Kab. Ciamis Bagian Selatan..... 44

SPIRIT LOKA:
Menulis: Menemukan Siapa Kita? ….. 56
Mengagumi Masalah …. 58

ALTERNATIF:
Terserang DBD, Coba Aja Jus Jambu Biji …. 61
Mengenal Tanaman Pengusir Nyamuk Secara Langsung …. 64
Mengenal Bahan Insektisida Alami …. 68

PENDIDIKAN:
Trojan Horse, Anti Naymuk di Rumah …. 70
Pengenalan dan Penggolongan Kimia Insektisida …. 75
Sekilas Mengenai GPS …. 78
Mengapa Basis Data Geospatial Diperlukan …. 79

LAPORAN DAERAH:
Sekilas Potret Kasus DBD di Jawa Barat…… 82

PROFIL:
Loka Litbang P2B2 Ciamis:
Lembaga Penelitian Penyakit Bersumber Binatang di Jawa Barat dan Banten .... 86

DUNIA PUSTAKA:
Menanggulangi DBD dengan Manajemen Lingkungan …. 91

TAFAKUR:
Prestasi Hidup ….. 94

WISATA ILMIAH:
Foto-foto kegiatan Wisata Ilmiah Litbangkes ….. 95

Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.




Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048


Oleh: Arda Dinata

Demam berdarah dengue (DBD), merupakan penyakit yang masih sering terjadi di sana-sini. Hal ini dikarenakan nyamuk penular dan virus penyebab penyakit ini terdapat di sekitar kita.

DI Indonesia, DBD pertama kali dicurigai di Surabaya (1968), tetapi konfirmasi analisisnya baru diperoleh tahun 1970. Untuk Jakarta, kasus pertama dilaporkan tahun 1969. Kemudian DBD berturut-turut dilaporkan di Bandung dan Yogyakarta (1972), Sumatera Barat, Lampung, Riau, Sulawesi Utara, dan Bali. Saat ini, DBD sudah endemis dibanyak kota, bahkan sejak tahun 1975 penyakit ini telah berjangkit di daerah pedesaan. Selanjutnya, sejak 1994, seluruh provinsi di Indonesia telah melaporkan adanya kasus DBD dan tahun 1996 polanya telah bergeser dari usia anak-anak ke usia dewasa juga.

Kematian penderita DBD diakibatkan penderita tidak segera mendapat pertolongan. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk menghindarkan penyakit ini adalah dengan melaksanakan usaha pencegahan yang ditekankan pada usaha kebersihan lingkungan dan bila ada tanda terkena DBD cepat-cepat ditolong.

Tanda-tanda orang yang terkena demam berdarah, biasanya mengalami demam tinggi 2-7 hari, bintik-bintik merah di kulit bagian lengan dan tungkai, mimisan, perdarahan gusi, muntah darah, mengalami gelisah disertai keringat dingin. Bila tanda itu terus berlanjut dapat menimbulkan kematian.

Sesudah masa inkubasi selama 3-15 hari, orang yang tertular DBD dapat mengalami salah satu dari 4 bentuk kondisi berikut ini. Pertama, bentuk abortif, yaitu penderita tidak merasakan suatu gejala apapun. Kedua, dengue klasik, yaitu penderita mengalami demam tinggi selama 4-7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Ketiga, dengue haemorrhagic fever (demam dengue/DBD), yaitu gejalanya sama dengan dengue klasik, namun ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur, dan lainnya. Keempat, dengue syok sindrom (DSS), yaitu gejala sama dengan DBD dan ditambah dengan syok/presyok. Pada bentuk ini, sering kali terjadi kematian.

* *

TANDA umum nyamuk Aedes aegypti, sebagai vektor DBD yang dominan di Indonesia adalah badan dan kakinya berbintik hitam putih, hidup di dalam rumah dan sekitarnya, menggigit pada siang hari, bertelur di genangan air jernih, hidup di tempat yang agak gelap, lembab, dan kurang sinar matahari.

Sementara itu, cara penularan demam berdarah, berawal dari adanya orang sakit demam berdarah, kemudian digigit nyamuk (Ae. aegypti), sehingga bibit penyakit (virus) yang ada pada penderita masuk ke dalam tubuh nyamuk. Selanjutnya, apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka orang itu akan tertulari virus dan terkena demam berdarah.

Pertolongan sementara bagi penderita demam berdarah di rumah adalah diberi minum sebanyak-banyaknya (jika penderita itu masih dapat minum) dengan air masak dibubuhi gula dan garam (larutan oralit), susu, air kelapa, air jeruk, dan atau air teh. Lalu, beri juga obat penurun panas.

Akhirnya, agar demam berdarah tidak terus terjadi dan menyebar, maka langkah terbaik adalah setiap kita harus berusaha membasmi sarang nyamuk penyebar virus dengue di rumah masing-masing. Tepatnya, pemberantasan DBD ini harus dititik beratkan pada pemberantas-an vektor penularnya (Ae. aegypti). Yakni dengan cara mencegah jentik nyamuk agar tidak menjadi dewasa. Caranya, lakukan 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala; menutup rapat-rapat tempat penampungan air; dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas. Inilah yang perlu dilakukan dalam keseharain masyarakat Indonesia. Ayo...., kita bisa berantas DBD! [Arda Dinata].***

SELENGKAPNYA ISI MAJALAH INSIDE TERSEBUT:

SUDUT REDAKSI …….. 2
DAFTAR ISI …… 3
SURAT PEMBACA …… 4
CAKRAWALA …… 5
EDITORIAL …….. 6

FOKUS UTAMA:
Aedes aegypti, Vampir Mini yang Mematikan ...… 7
Stop! Jangan Lagi Jadi Peternak Ae. aegypti ….. 11
Mengenal Demam Dengue, DBD, dan SSD …. 18
DBD, Hidup Bersama di Rumah …. 23
Gaya Hidup Sehat Cegah DBD …. 27

HASIL PENELITIAN:
Perilaku Masyrakat dan Index Jentik Vektor Demam Berdarh Dengue di Kec. Pangandaran Kab. Ciamis Prop. Jawa Barat..... 30
Karakteristik Tempat Perkembangbiakan Larva Anopheles spp. di Tiga Puskesmas Kab. Ciamis Bagian Selatan..... 44

SPIRIT LOKA:
Menulis: Menemukan Siapa Kita? ….. 56
Mengagumi Masalah …. 58

ALTERNATIF:
Terserang DBD, Coba Aja Jus Jambu Biji …. 61
Mengenal Tanaman Pengusir Nyamuk Secara Langsung …. 64
Mengenal Bahan Insektisida Alami …. 68

PENDIDIKAN:
Trojan Horse, Anti Naymuk di Rumah …. 70
Pengenalan dan Penggolongan Kimia Insektisida …. 75
Sekilas Mengenai GPS …. 78
Mengapa Basis Data Geospatial Diperlukan …. 79

LAPORAN DAERAH:
Sekilas Potret Kasus DBD di Jawa Barat…… 82

PROFIL:
Loka Litbang P2B2 Ciamis:
Lembaga Penelitian Penyakit Bersumber Binatang di Jawa Barat dan Banten .... 86

DUNIA PUSTAKA:
Menanggulangi DBD dengan Manajemen Lingkungan …. 91

TAFAKUR:
Prestasi Hidup ….. 94

WISATA ILMIAH:
Foto-foto kegiatan Wisata Ilmiah Litbangkes ….. 95

Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.




Anda ingin seperti mereka? Daftar GRATIS:
Caranya SMS dengan format sbb:

REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
Lalu SMS ke: 081320476048
JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES
Lihat Detail

JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES







Oleh: Arda Dinata


DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.


Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.


Bagi calon penulis, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilalui. Yakni teknik penulisan, muatan atau isi, dan kontinuitas menulis. Barangkali pembaca MIQRA INDONESIA telah menguasai teknik penulisan dan isinya, tetapi malas untuk menulis secara kontinyu. Tentu hasilnya akan tersendat-sendat dikala menuangkan ide ke dalam tulisan. Atau pembaca MIQRA INDONESIA telah memiliki simpanan data, fakta dan ilmu pengetahuan sebagai calon isi tulisan. Tetapi, belum mengetahui teknik penulisan dan tidak secara kontinyu menulis, maka dapat dipastikan lebih sering menghadapi kegagalan. Sebaliknya, teknik dan kontinyuitas telah pembaca MIQRA INDONESIA miliki, tetapi tidak pernah berusaha menambah wawasan dan isi tulisan tersebut. Sehingga tulisan terasa kering, tidak berkembang dan membosankan.


Berdasarkan pengalaman, tidak terlalu banyak syarat sebenarnya untuk memulai menulis. Awalanya, kita harus selalu mencoba menulis, menulis, dan menulis apa saja yang ada dalam pikiran serta banyak membaca. Kemudian hasil dari tulisan itu, kita kirim ke surat kabar tertentu. Tapi, tentunya sebelum tulisan tersebut kita kirimkan, terlebih dahulu kita perlu membaca ulang dan merevisinya beberapa kali. Barangkali, ada kata-kata yang kurang tepat atau rancu. Di sini yang perlu diperhatikan juga adalah masalah ‘selera’ redaksi surat kabar tersebut.


Bagi seorang penulis, buku, membaca dan menulis adalah sebagian dari hidupnya. Penulis tanpa buku, akan menghasilkan tulisan yang hambar dan tidak berbobot. Sehingga ada seorang penulis yang mengatakan bahwa “Berbobot atau tidaknya sebuah tulisan, adalah karena ditunjang oleh banyaknya buku yang pernah dibaca penulisnya.”


Dari aktivitas menulis tersebut, selain kita telah berdakwah lewat tulisan. Kita juga akan mendapatkan imbalan materi. Besarnya honorarium tergantung kebijaksanan redaksi surat kabar yang bersangkutan, berkisar antara Rp. 10.000 sampai 200.000 rupiah per tulisan (puisi, cerpen, artikel, resensi buku, dll), bahkan lebih. Cukup lumayan bukan?


Anda ingin menjadi PENULIS SUKSES, segera miliki ebook JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES:


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi:

Prolog:

Berprestasi Melalui Tulisan


Bagian Pertama:

Menulis Buku yang Laris


Bagian Kedua:

Kiat-Kiat Menulis Renungan


Bagian Ketiga:

Jalan Pintas Menulis Artikel…[dan Dimuat]


Bagian Keempat:

Macam-Macam Lead


Bagian Kelima:

Memakai Waktu Untuk Lebih Produktif Menulis


Bagian Keenam:

Teknik Penulisan Feature


Epilog:

Sukses Menjadi Penulis Artikel


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.






Oleh: Arda Dinata


DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.


Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.


Bagi calon penulis, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilalui. Yakni teknik penulisan, muatan atau isi, dan kontinuitas menulis. Barangkali pembaca MIQRA INDONESIA telah menguasai teknik penulisan dan isinya, tetapi malas untuk menulis secara kontinyu. Tentu hasilnya akan tersendat-sendat dikala menuangkan ide ke dalam tulisan. Atau pembaca MIQRA INDONESIA telah memiliki simpanan data, fakta dan ilmu pengetahuan sebagai calon isi tulisan. Tetapi, belum mengetahui teknik penulisan dan tidak secara kontinyu menulis, maka dapat dipastikan lebih sering menghadapi kegagalan. Sebaliknya, teknik dan kontinyuitas telah pembaca MIQRA INDONESIA miliki, tetapi tidak pernah berusaha menambah wawasan dan isi tulisan tersebut. Sehingga tulisan terasa kering, tidak berkembang dan membosankan.


Berdasarkan pengalaman, tidak terlalu banyak syarat sebenarnya untuk memulai menulis. Awalanya, kita harus selalu mencoba menulis, menulis, dan menulis apa saja yang ada dalam pikiran serta banyak membaca. Kemudian hasil dari tulisan itu, kita kirim ke surat kabar tertentu. Tapi, tentunya sebelum tulisan tersebut kita kirimkan, terlebih dahulu kita perlu membaca ulang dan merevisinya beberapa kali. Barangkali, ada kata-kata yang kurang tepat atau rancu. Di sini yang perlu diperhatikan juga adalah masalah ‘selera’ redaksi surat kabar tersebut.


Bagi seorang penulis, buku, membaca dan menulis adalah sebagian dari hidupnya. Penulis tanpa buku, akan menghasilkan tulisan yang hambar dan tidak berbobot. Sehingga ada seorang penulis yang mengatakan bahwa “Berbobot atau tidaknya sebuah tulisan, adalah karena ditunjang oleh banyaknya buku yang pernah dibaca penulisnya.”


Dari aktivitas menulis tersebut, selain kita telah berdakwah lewat tulisan. Kita juga akan mendapatkan imbalan materi. Besarnya honorarium tergantung kebijaksanan redaksi surat kabar yang bersangkutan, berkisar antara Rp. 10.000 sampai 200.000 rupiah per tulisan (puisi, cerpen, artikel, resensi buku, dll), bahkan lebih. Cukup lumayan bukan?


Anda ingin menjadi PENULIS SUKSES, segera miliki ebook JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES:


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.


Daftar Isi:

Prolog:

Berprestasi Melalui Tulisan


Bagian Pertama:

Menulis Buku yang Laris


Bagian Kedua:

Kiat-Kiat Menulis Renungan


Bagian Ketiga:

Jalan Pintas Menulis Artikel…[dan Dimuat]


Bagian Keempat:

Macam-Macam Lead


Bagian Kelima:

Memakai Waktu Untuk Lebih Produktif Menulis


Bagian Keenam:

Teknik Penulisan Feature


Epilog:

Sukses Menjadi Penulis Artikel


Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.