-->

Showing posts with label arda. Show all posts
Showing posts with label arda. Show all posts
Visi Itu Impian Yang Nyata
Lihat Detail

Visi Itu Impian Yang Nyata


Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?

Hidup itu mewujud dalam rangkaian cerita. Apa pun yang kita lakuan sesungguhnya merupakan cerita yang akan dibaca alam semesta. Sehingga tidak ada catatan cerita yang akan terlewatkan dalam hidup kita. Makanya, jangan main-main dengan hidup ini. Sebab, apa yang kita lakukan akan ditagih pertanggungjawabannya.

Di sinilah, setiap kita harus punya visi hidup yang baik dan jelas. Bukan hanya punya impian, tapi juga harus punya visi yang jelas lagi baik tentunya. Apa bedanya sih antara impian dan visi itu?
Nilai Kemabruran Haji
Lihat Detail

Nilai Kemabruran Haji

KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).


Nilai Kemabruran Haji


KAUM Muslim yang sudah melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harapkan menjadi haji mabrur. Doa ini penting kita panjatkan karena semua jamaah haji tentu mendambakan haji mabrur. Harapan dan keinginan mendapatkan haji mabrur dapat dipahami, karena bukankah pengampunan dan surga Allah menjadi balasan dan imbalannya. Nabi Saw bersabda, Haji yang mabrur tak ada balasan lain kecuali surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mereka yang telah menggapai haji mabrur, tentu akan memancarkan berbagai kebaikan sosial dalam kehidupan kesehariannya, diantaranya, ialah memiliki peningkatan rasa persaudaraan di antara umat, karena saling berkenalan dan berkomunikasi dengan jamaah haji dari segala penjuru dunia, menumbuhkan rasa hormat menghormati dan mengalahkan rasa rendah diri, karena di sanalah jamaah haji akan menyadari kesamaan derajat di hadapan Allah SWT.
Membangun Optimisme
Lihat Detail

Membangun Optimisme


ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.



Membangun Optimisme

ORANG menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Orang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, orang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan orang yang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada keterangan yang menyebutkan bahwa: “Orang yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari orang yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Dalam hal ini, kesuksesan menurut pandangan agama Islam itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu. Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. M. Ridwan IR Lubis, menyebutnya ada tiga pengaruh iman yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk
Lihat Detail

Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk

BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
BERSAHABAT DENGAN NYAMUK:
Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk


Oleh: Arda Dinata

Diterbitkan oleh
Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI
Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Pangandaran
Kabupaten Ciamis 46396

Sinopsis:

RAHASIA apa di balik penciptaan seekor nyamuk? Secara biologi, nyamuk itu tergolong serangga yang memiliki sifat spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia. Nyamuk ini menjadi sorotan manusia, manakala ia telah membikin ulah. Sekali berulah, misalnya menyebarnya kasus demam berdarah dengue (DBD), malaria, filariasis dan chikungunya di suatu daerah, maka semua orang dibuat takut dan gelisah.
Berani dalam perkawinan
Lihat Detail

Berani dalam perkawinan

Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Menulis dengan Cinta
Lihat Detail

Menulis dengan Cinta


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,


Menulis dengan Cinta
by. Arda Dinata

Menulis untuk selalu berbagi inspirasi.
Menulis untuk selalu memberi, memberi dan memberi.
Menulis untuk membuat pembacanya percaya diri.

Menyenangkan bagi yang membacanya.
Menggairahkan bagi yang menulisnya.
Membanggakan bagi anak cucunya.

Tulisannya memberi manfaat, tidak sesaat.
Tulisannya bisa jadi amal baik untuk bekal ke akhirat.
Tulisannya membuat hati tidak berkarat.

Penulisnya semoga hidupnya tidak melarat.
Penulisnya selalu ingin membagi hal-hal yang bermanfaat.
Penulisnya selalu mendapatkan temen-temen yang hebat.



Yang pada ujungnya....
     Penulisnya dihadiahi doa-doa.
     Penulisnya selalu dinanti akan tulisan bernas berikutnya.
     Penulisnya tersenyum untuk selalu berusaha menyapa pembacanya.

Menulis dengan cinta:
     Menulis membuat mata hati terbuka.
     Menulis bikin hati nurani berkaca.
     Menulis agar hidup lebih bijaksana.

Semoga....
    Menulis dengan cinta, selalu dapat dibaca.
    Menulis dengan cinta, selalu menyapa.
    Menulis dengan cinta, bikin hati bahagia.
    Menulis dengan cinta, bikin dunia tertata.

Amin....

Semarang, 25 April 2011 Pukul 06:02

ARDA DINATA

Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,

Profil Arda Dinata
Lihat Detail

Profil Arda Dinata

ARDA DINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973, anak ke-5 dari 7 bersaudara. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Kemudian selepas SMA melanjutkan kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung, lulus tahun 1996. Baru pada tahun 2009, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikannya karena terpilih sebagai Peserta tugas belajar program sarjana dari Departemen Kesehatan R.I. di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang.

ARDA DINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973, anak ke-5 dari 7 bersaudara. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Kemudian selepas SMA melanjutkan kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung, lulus tahun 1996. Baru pada tahun 2009, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikannya karena terpilih sebagai Peserta tugas belajar program sarjana dari Departemen Kesehatan R.I. di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang.

ARDA DINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973, anak ke-5 dari 7 bersaudara. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Kemudian selepas SMA melanjutkan kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung, lulus tahun 1996. Baru pada tahun 2009, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikannya karena terpilih sebagai Peserta tugas belajar program sarjana dari Departemen Kesehatan R.I. di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang.

ARDA DINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973, anak ke-5 dari 7 bersaudara. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Kemudian selepas SMA melanjutkan kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung, lulus tahun 1996. Baru pada tahun 2009, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikannya karena terpilih sebagai Peserta tugas belajar program sarjana dari Departemen Kesehatan R.I. di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang.

ARDA DINATA, lahir di Indramayu, 28 Oktober 1973, anak ke-5 dari 7 bersaudara. Untuk memenuhi rasa haus akan ilmu pengetahuan, ia terus mengasah kebiasaan hobi hariannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan dunia tulis-menulis ini, ia tekuni sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Indramayu. Kemudian selepas SMA melanjutkan kuliah di Akademi Penilik Kesehatan (APK) Kutamaya Bandung, lulus tahun 1996. Baru pada tahun 2009, ia diberi kesempatan melanjutkan pendidikannya karena terpilih sebagai Peserta tugas belajar program sarjana dari Departemen Kesehatan R.I. di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM-Undip) Semarang.