-->

Showing posts with label bahagia. Show all posts
Showing posts with label bahagia. Show all posts
Formula Nota Sukses
Lihat Detail

Formula Nota Sukses


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan
Oleh  Arda Dinata

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Berani dalam perkawinan
Lihat Detail

Berani dalam perkawinan

Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Untuk mencapai perkawinan yang baik dan mulia, maka tiap pasangan harus memiliki rasa berani bahwa diri kita dan pasangan mampu menciptakan dan mewujudkan sebuah perkawinan yang baik. Jadi, intinya tiap pasangan haruslah siap secara lahir dan batin. Adanya rasa berani ini, tentu mengandung konsekuensi tiap pasangan harus mempersiapkan keilmuan tentang mengisi perkawinan ini secara benar. Misalnya tentang ilmu cara membahagiakan pasangan; mengetahui hak dan kewajiaban pasangan; membangun keluarga dengan sukses lahir maupun batin; dan lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Inspirasi..

Arda Dinata
www.ardadinata.web.id
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Lihat Detail

Saling Memaafkan = Kebahagiaan

Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.
Saling Memaafkan = Kebahagiaan
Oleh: Arda Dinata
PNS & Penulis di WebBlog MIQRA Indonesia
(http://miqra.blogspot.com)

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan terhadap orang lain, baik disengaja maupun tidak. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, antara suami, istri, dan anak-anak pernah terjadi ‘bentrok’ kecil-kecilan yang membuat tidak enak di hati. Dan kita menjadi bahagia, manakala di ujung ‘konflik’ dalam keluarga tersebut diakhiri dengan ungkapan saling memaafkan.