-->

Showing posts with label idealisme. Show all posts
Showing posts with label idealisme. Show all posts
Idealisme dan Kreativitas
Lihat Detail

Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.
MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).



Idealisme dan Kreativitas

MUSTAFA AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu (Ashur Ahams; 1978).

Bagi pemuda, realitas kehidupan yang dihadapinya sering kali dipersepsikan sebagai kenyataan yang membatasi idealisme dan hasrat yang mendominasi pikirannya. Sehingga perlu disadari bahwa kedewasaan merupakan tahap kehidupan yang pasti dijalaninya. Bila pada tahap muda dapat dicapai afeks pertumbuhan fisikis, maka dalam tahap dewasa terjadi kematangan pertumbuhan psikik. Arti lainnya, kedewasaan seseorang itu minimal harus memenuhi enam syarat, yaitu memiliki kemampuan “lebih banyak diam daripada berbicara”; memiliki empati yang tinggi; bersikap waro; memiliki sikap amanah; menjadi suritauladan; dan bertindak adil.