-->

Showing posts with label miqra. Show all posts
Showing posts with label miqra. Show all posts
Ibu: Cinta Yang Tak Terbatas
Lihat Detail

Ibu: Cinta Yang Tak Terbatas

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS: Buku Antologi Ibu



"Sosok ibu tidak dapat terlepas dari dekap kemesraan yang senantiasa merengkuh kasih sayang. Dia akan selalu datang dari berbagai penjuru problematika anaknya, bersiap dan tegap melaksanakan jabatan yang multifungsi tanpa tuntutan bayaran yang harus diperhitungkan melalui hitungan matematika. Bila pun harus membayarnnya, maka kita tidak akan mampu untuk membalas dan membayar pengorbanan sang ibu." 

Buat kami, ibu adalah yang terbaik. Ibu yang luar biasa yang telah mengajarkan kami arti kesabaran, kekuatan cinta, dan apa artinya memiliki sebuah cita-cita. Sepanjang waktumu adalah guru untuk kami. Guru sepanjang hayat. Ibu adalah wanita terbaik yang Tuhan berikan untuk kami sebagai malaikat pelindung penjaga hidup kami. Ibu bagaikan malaikat kami di kala sedih karena engkau selalu ada untuk menghibur. 


Kesederhanaan, kerja keras, pantang menyerah yang dibalut dengan rasa cinta dan kasih sayang merupakan beberapa hal yang selalu ditekankan dan diajarkan ibu kepada kami sehingga itulah yang bisa mengantarkan kami berdiri tegar saat ini dalam menghadapi dunia. Terimakasih atas pengorbananmu yang telah engkau berikan pada kami anak-anakmu. Terimakasih atas pelajaran hidup yang telah engkau tanamkan sejak kami kecil sampai saat ini.

Seorang ibu pun akan mampu mengurus anak-anaknya, walau sepuluh anak sekalipun atau bahkan lebih. Sosok tangguh Sang Ibu takkan ada yang bisa menggantikan posisinya. Buku “ANTOLOGI IBU: CINTA YANG TAK BERBATAS” ini merupakan cerminan karakter dan perjuangan seorang ibu dalam menegakan pemenuhan hak-hak hidup anaknya. Isi buku ini juga penuh inspirasi, motivasi, dan contoh dalam membalut kasih sayang terhadap anak-anaknya dengan baik.
 
Buku ini didedikasikan kepada para ibu dalam mendidik dan mendoakan anak-anaknya. Dan anak-anak untuk senantiasa mengingat dan berbakti jasa-jasa ibu. Dengan mengikuti hikmah dari buku ini, yakinlah bahwa segalanya dapat terjadi dengan izin Allah dengan cara-Nya yang misteri.
 
Buku ini ditulis oleh para penulis yang tergabung dalam group WhatsApp Easy Writing dengan gaya penulisan yang khas penulisnya dan diramu dengan susunan kata-kata nan indah untuk bisa diresapi dari tokoh sosok seorang ibu. Semoga buku ini bisa memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menghormati sosok ibu sebagai ibu rumah tangga, yang telah melahirkan, membimbing, mendidik dan mengajarkan kita tentang arti hidup ini.

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

Aspek Pertimbangan dalam Usaha Waralaba
Lihat Detail

Aspek Pertimbangan dalam Usaha Waralaba

Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Menulis Bagai Cermin
Lihat Detail

Menulis Bagai Cermin


Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Menulis Bagai Cermin

By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 
Menulis Bagai Cermin
Lihat Detail

Menulis Bagai Cermin



Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya.

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis? 

http://www.miqrajurnalistik.blogspot.com/2013/03/menulis-bagai-cermin.htm 

Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda. 

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya. 

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
Menulis Bagai Cermin
Lihat Detail

Menulis Bagai Cermin



Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata



KETIKA cermin saja bisa menulis, maka Anda pun sangat bisa menulis. Apa yang Anda lihat ketika bercermin? Yup, sosok diri kita akan terlihat pada cermin. Dengan kata lain, cermin mampu membaca detail setiap benda atau mahluk hidup yang ada di hadapannya. Cermin ini, tentu mampu menguraikan apa saja yang terekamnya melalui bahasa gambar yang dipahaminya. 

Manusia dengan akal dan fikirannya, serta segala kelebihannya, tentu akan mampu lebih dasyat lagi dalam menuliskan sesuatu dalam hidupnya. Lalu, apa hubunganya antara cermin dan menulis?
Penulis itu tidak ubahnya ibarat sebuah cermin. Ia mampu dan tidak ragu-ragu untuk menuliskan apa pun yang pernah dilihat, dirasakan, dan didengarnya dalam sebuah tulisan. Arti lainnya, menulis itu sesungguhnya tinggal memindahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita. Teori sukses menulis, tidak lain adalah menulis itu sendiri. Sehingga sehebat apapun Anda menguasi teori menulis, dan tanpa Anda melakukan kegiatan menulis maka sesungguhnya Anda bukanlah seorang penulis. Menulis adalah bukan bermain teori, tapi mempraktekannya. Hanya orang-orang yang praktek menulislah, ia akan jadi seorang menulis. Jadi, menulislah dalam praktek keseharian. Tidak hanya pada ranah ingin, ingin, dan pengen menulis saja tanpa Anda pernah (praktek) menulis.  

Menulis itu sangat mudah. Dan bukan malah sebaliknya mempersulit diri Anda. Menulis itu, semudah Anda melakukan kegiatan melihat dan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Cuman masalahnya, banyak di antara kita yang terbelenggu oleh bayang-bayang ketidakbisaan diri sendiri. Jadi, menulislah sekarang juga. Menulis apa saja yang Anda inginkan dan pikirkan. Karena diri Andalah yang memiliki tulisan Anda.

Tulis apa saja yang Anda mau tulis. Bisa berupa surat, puisi, buku harian, unek-unek, opini, komentar, nasehat, ringkasan, atau apa saja, dan bahkan khayalan sekalipun boleh-boleh saja Anda menuliskannya. Intinya, menulis jangan dipersulit. Menulis kok dipersulit? Bagaimana kata dunia. Kasihan diri Anda, orang hidup ini saja sudah sulit, lalu kenapa Anda harus mempersulit juga dalam bidang tulis menulis?

Sebagai akhir catatan ini, kalau kita mau jujur, pada hakekatnya tulisan itu tak ubahnya seperti cermin yang memantulkan banyak realitas yang ada di hadapannya. Dan di hadapan diri Anda pun sungguh banyak sekali yang bisa kita sampaikan lewat bahasa tulisan. Anda berminta menulis, cobalah menulis seperti cermin yang mampu merekam sisi kehidupan yang ada di hadapannya.

Jadi, Anda pun sangat layak menjadi penulis sesuai zamannya. Itu pun, bila Anda mau?
Salam inspirasi sukses menulis.
Bagaimana menurut sahabat?

Pangandaran, 04/03/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


Menulis Bagai Cermin
By. Arda Dinata