-->

Showing posts with label waralaba. Show all posts
Showing posts with label waralaba. Show all posts
Kiat Bisnis Waralaba
Lihat Detail

Kiat Bisnis Waralaba

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Konsep usaha waralaba ini didalamnya terkandung ajaran berupa terjalinnya silaturrahmi. Kita tahu, aktivitas silaturrahmi dalam ajaran Islam disebutkan sebagai aktivitas yang akan mendatangkan rahmat Allah yang tidak terkira. Dalam konteks ini, Islam telah lebih dahulu memberikan kunci bagi mereka yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, yaitu dengan cara menyambung persaudaraan. Salah satu bentuk persaudaraan dalam dunia bisnis adalah dengan membangun jaringan bisnis secara Islami.

Pertimbangan Dalam Bisnis Waralaba

MENURUT Zaim Saidi, pengamat ekonomi dan aktivitas LSM, di atas kertas aksi boikot suatu produk dapat dengan mudah dilakukan, yakni dengan cara menghentikan pemakaian produk-produk yang dimaksudkan. Dan, memang, bila berhasil aksi boikot akan memberikan pengaruh besar justru karena invasi yang sesungguhnya terjadi atas masyarakat global saat ini adalah invasi pasar. Dominasi kekuatan Sekutu dalam kehidupan sehari-hari, dalam situasi “damai” tanpa perang, adalah pada penguasaan pasar dengan produk-produk multinasional yang menjadi ikon-ikon konsumsi: “di mana saja, kapan saja, siapa saja”, makan dan minum produk multinasional.

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari fenomena tersebut adalah setiap umat hendaknya mampu membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam. Dalam bahasa Zaim Saidi, tujuannya haruslah berdimensi jangka panjang dan mendasar yakni mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari produk-produk multinasional yang memiskinkan bangsa kepada produk-produk nasional dan lokal yang meningkatkan kesejahteraan bangsa sendiri.

Jadi, aksi boikot seharusnya hanya dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membangun jaringan bisnis dikalangan umat Islam. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah berupa usaha waralaba. Usaha waralaba merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.

Aspek Pertimbangan dalam Usaha Waralaba
Lihat Detail

Aspek Pertimbangan dalam Usaha Waralaba

Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.
Oleh: ARDA DINATA

SAAT ini kebutuhan membangun kekuatan jaringan usaha perekonomian yang dikelola oleh umat Islam cukup mendesak. Salah satu bentuk usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha waralaba. Usaha waralaba ini merupakan bentuk khusus dari lisensi di mana pemberi hak bukan hanya menjual haknya tetapi juga turut serta membentuk si penerima hak dalam melakukan bisnisnya.

Usaha waralaba ini tentu akan membentuk sebuah usaha yang bermanfaat bagi banyak orang. Pada dasarnya konsep bisnis waralaba ini dirancang guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalin kemitraan bisnis yang saling melindungi dan menguntungkan.